Reina
  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 13, 2018
Orangtua Reina meninggal bertepatan seminggu sebelum dia mulai menginjak yang namanya kampus. Hidupnya berubah drastis, dia yang tadinya tak bisa hidup tanpa Mama dan kini dia harus berjuang sendiri untuk dapat melewati kesehariannya tanpa Mama. Untuk bertahan hidup kini ia hanya punya dua sesuatu yang bisa dipertahankannya yaitu harta peninggalan orangtua dan dua orang sahabatnya Anin dan Sam. Hanya itu. Pacar? Jangan tanya, dia belum pernah jatuh cinta karena semasa SMA dia hanya fokus belajar agar bisa masuk kekampus yang dia impikan. Namun di kampus dia bertemu seorang cowo tampan, dingin dan juga famous dikampusnya. Cowo itu Willy, orang yang membuat ia serba salah ketika berhadapan dengannya. Dan yang membuat kuat dirinya meski banyak orang yang berusaha menjatuhkannya.
All Rights Reserved
#418
romatis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY CRAZY MAN
  • The Unseen Ending
  • Beautiful Girl [END]
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Secretly Looking at You (END)
  • JEVANGAR (Sequel Zayyan Harquel) ✓ Terbit ‼️
  • My Cool Senior or My First Love??
  • See You After Midnight [END]
  • CINTA SI GADIS JAKARTA

Almora Scruff seorang mahasiswa yang mungil dan cantik. Semua pria tergila-gila dengan keunikan yang di dimilikinya. Mora sama sekali bukan gadis yang mudah jatuh cinta. Pribadi nya tidak sama seperti kebanyakan gadis lainnya. Aryanda Renandi Widjaya seorang pria sukses yang mengalami kecelakaan hingga amnesia. Ia mengalami depresi karena tidak tahu identitasnya dan berakhir di ujung jalan sebuah kampus. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° "Hai." Sapa Mora gugup kepada pria yang sedang duduk di sampingnya. Ia agak sedikit takut,karena pria yang disampingnya ini adalah orang gila yang sering ia lihat di ujung jalan kampusnya. Namun pria itu sama sekali tidak membalas sapaanya. Pria itu sedang asik menatap tepat di manik cokelat Mora. Mora sedikit bullshing dibuatnya. Walaupun pria ini gila,rupa pria ini sangat tampan. Bus berhenti mengalihkan dunia Mora. Dengan cepat ia berlari untuk masuk kedalam bus. "Kak." Panggil pria itu. Langkah Mora terhenti mendengar panggilan itu. Ia memutar badannya hingga berhadapan dengan pria itu. "Aku boleh ikut gak?" Mora mengangguk dan membawa pria itu ke apartemennya. Tanpa di sangka setiap hari kebersamaan mereka membuat salah satu dari mereka merasakan perasaan yang aneh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines