Sunyi, Kelam, dan Merindu

Sunyi, Kelam, dan Merindu

  • WpView
    Lectures 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mai 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Ini sebuah kumpulan kalimat puitis. Kesukaan memang menuangkan segala sesuatu dengan kalimat-kalimat yang hampir dikatakan hiperbola, hampir sama dengan sifat tokoh aslinya "hyper". Kalau kalian membacanya, dan merasakan apa yang sama kurasa, mungkin kalian adalah orang yang nantinya akan menjadi wanita paling bahagia. Jangan takut sedih, Jangan takut senang, Santai saja, imbangkan segalanya. KITA WANITA HEBAT!
Tous Droits Réservés
#354
kelam
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Ice People [GiLa]
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • happy ending  Versi Ku Kapan?[end]
  • Senja
  • BERNARD BEAR
  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • Feel Like Smile
  • Tulisan Terakhir (ZeeSha) New version ✓
  • Take a Breath [END] #BJPW

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu