FOR YOU
  • WpView
    Reads 3,561
  • WpVote
    Votes 897
  • WpPart
    Parts 67
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 25, 2019
Entah mengapa aku menuliskan tentangnya, tapi disini yang aku tahu ini adalah caraku untuk mengungkapkan perasaanku untuknya. Aku hanya pintar berkata - kata, tapi tak pintar untuk berterus terang padamu. Aku hanya pintar untuk menyembunyikan, tapi aku tak pandai untuk menunjukkan. Aku terlalu lemah untuk itu, aku hanya bisa sebatas diam, dan tak lebih. Kenangan itu pergi bersama kau yang meninggalkan tanpa jawaban. Dan rindu itu ada bersamaku, tanpa tahu bagaimana cara untuk mengobatinya. Kepergianmu dengan tiba - tiba menjadikan bumerang dalam hidupku. Aku hanya sanggup bertanya entah samapi kapan pertanyaan itu akan terjawab. Mungkin saat ini sang penumbuh rasa ingin menguji kesetiaanku. Aku hanya bisa menunggu perintah darimu untuk melupakanmu.Dan itu hanyalah bayangan dan hidup dalam angan - anganku. Aku menyebutnya " Senja Yang kehilangan Langitnya..." " Aku Senja dan Dia Langit"
All Rights Reserved
#650
teenlit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • KATAJI
  • Gone(✔)🔚
  • Cerita di Balik Senja
  • Senja Yang Tak Kembali
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • ALLER
  • Belenggu Obsesi Langit
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines