Sajak Kertas Biru

Sajak Kertas Biru

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
Aneh, perasaan tidak pernah sebecanda ini saling mencari saling menghilang saling menemukan lalu apakah takdir memihak untuk saling menyatukan? nyatanya kita hanya berputar pada satu kubangan takdir yang sama sama-sama menolak takdir yang sudah lama menunggu untuk di angkat dalam cerita entah kamu yang egois atau Aku yang terlalu pengecut kita sama-sama berlari pada tempat yang nyatanya akan berakhir di tempat yang sama.
All Rights Reserved
#4
sipit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THOUSAND MELODIES
  • Aksara & Allegra [REVISI]
  • FRIENDS GOALS(kisah Nyata)
  • kau bukan rumah
  • What If
  • IT'S NOT UP TO US
  • cinta terpendam (Serial My Love Story 1)
  • Jovita (End)
  • my devil is my love
  • me and my best friend

Hidup ini seperti alunan musik, memiliki ribuan melodi yang berbeda-beda, tak ada satu pun yang benar-benar sama. Di balik suara yang terdengar indah, selalu ada nada-nada sumbang yang sengaja disembunyikan. Kita sering merasa mengenal dunia, padahal tentang diri sendiri pun masih menjadi teka-teki. Kehidupan yang tampak sempurna, benarkah tanpa retak? Dan kehidupan yang terlihat hancur, apakah benar-benar tak menyisakan kebahagiaan? THOUSAND MELODIES adalah kisah tentang mereka yang berjalan dengan luka, rahasia, dan harapan. tentang seberapa jauh mereka mampu bertahan dan saling menguatkan, meski banyak hal terus memaksa mereka pecah. Banyak yang berkata bahwa keberhasilan hanya soal melewati rintangan, namun jarang ada yang mengakui bahwa rintangan itu terkadang lahir dari tempat yang seharusnya disebut rumah. Atau, bahkan dari dunia yang seakan tidak pernah memberikan ruang untuk bernafas lega. Apakah mereka mampu melewati semua itu? Ataukah pada akhirnya, diam dan menghilang menjadi pilihan yang paling nyata?

More details
WpActionLinkContent Guidelines