Sakit Pada Akhirnya

Sakit Pada Akhirnya

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 3, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Bukkkk Mobil kami terguling guling sampai ringsek tak karuan. Aku Masih sadar dalam keadaan mobil terbalik. Akupun berusaha keluar mobil dibantu supir truk yang menabrak kami secara kencang itu, Setelah itu aku membantu micheal keluar. Tapi micheal tak sadarkan diri, aku menelpon ambulance. Aku hanya bisa menangis dan menangis. Sampai diruang UGD micheal masih tertolong. Di Bilang Padaku "nina sayang, jangan nangis dong. Kan Aku Masih selamat" Katanya membujukku untuk tidak menangis "Tapi aku khawatir sama kamu......" Kataku. Mungkin ini perasaan ku itu selama ini, micheal Akan mendapat musibah. Tapi Semua Itu Belum berakhir. Dua minggu kemudian micheal pun pergi meninggalkan ku. Aku Yang Berniat membesuk dia, malah Aku menerima kejadian yang tak di inginkan ini. Dia meninggal, Aku Hanya menangis Sekencang kencangnya. Sebelum di pergi, dia bilang padaku. "nina, Kamu Pegang ini ya. Aku mau kamu dengar rekaman ini. Aku udah di jemput!!!" Katanya Lemas "dijemput??. Sama Siapa??" kataku kebingungan sambil mengambil Memory card yang ada ditangannya. "itu ada disana. Aku mau pergi..... Selamat tinggal nina". Katanya sambil menunjuk ke Pintu kamar, dan beberapa detik kemudian ia pun pergi, tak bernafas kembali.
All Rights Reserved
#207
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Maaf' (Revisi)
  • Trasmigrasi Queenzee
  • Boyfriend
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Full Of Scratches
  • TUBUH GADIS NERD [END]

Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu. Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita. Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan. Kita mulai kehilangan-satu per satu. Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya. Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita. Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa. --- "Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..." - Aletha

More details
WpActionLinkContent Guidelines