Waiting Forty Nine

Waiting Forty Nine

  • WpView
    Reads 1,733
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
Rinai terlibat dalam mitos pasangan di tangga ke 49. Sikap semena-mena Argan menjadikan posisinya sebagai ketua kelas untuk membuat Rinai menuruti kemauannya hingga mereka terjebak dalam sebuah proyek pensi. Di sisi lain ada Reski yang selalu mengawasi gerak-gerik mereka bagai sang singa yang menerawang dibalik rumput liar. Seorang phobia hujan yang punya kenangan buruk tentangnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Day Of The Dead
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Young Marriage
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • PATAH HATI DI TITIK NOL
  • KAK Senior
  • Imaginary Boyfriend
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • The Beauty Inside(Complete)
  • All About You [END]

Skay, seorang siswa yang menyimpan luka trauma mendalam, mencoba menjalani "normalitas" di SMA khusus cowok. Setiap sudut sekolah terasa asing, setiap bisikan bagai mengikis sisa-sisa dirinya. Terbiasa diabaikan atau ditatap iba, Skay hanya ingin menghilang. Namun, kedatangan seorang siswa baru yang polos dan lugu, Linus, justru menarik perhatian Dewa, si penguasa koridor yang kejam. Skay tahu, ketenangan semu yang ia cari akan segera terenggut. Di tengah hari-hari yang suram, Skay menemukan tempat pelarian di atap sekolah. Sebuah tempat sepi yang selalu ia anggap miliknya sendiri. Namun, ketenangan itu terusik oleh kehadiran Devano, seorang pembuat onar dengan rambut pirang acak-acakan dan mata setajam elang. Devano, dengan ejekan tengil dan tatapan menggoda yang terang-terangan, selalu berhasil memancing Skay keluar dari cangkangnya. Devano, yang terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah, justru tertarik pada sosok Skay yang dingin dan misterius. Baginya, Skay seperti teka-teki yang harus dipecahkan, sebuah tantangan di antara rutinitas perkelahian dan reputasinya sebagai berandalan. Di balik ejekan dan godaan yang intens, Devano menemukan sesuatu yang menarik di dalam Skay, sesuatu yang tak bisa ia lepaskan. Seiring berjalannya waktu, interaksi penuh godaan di atap sekolah perlahan membuka dinding pertahanan Skay. Devano mulai melihat lebih dari sekadar "hantu tampan" yang trauma, sementara Skay mulai merasakan denyut kehidupan yang berbeda di hadapan Devano. Namun, masa lalu kelam yang terus menghantui Skay, serta intrik dan kekuasaan di sekolah, mengancam untuk menarik keduanya ke dalam jurang yang lebih dalam. Apakah Devano bisa menembus trauma Skay? Dan bisakah hubungan yang tumbuh dari ejekan dan ketegangan ini bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengerikan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines