We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BRAMA
  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Matahari hampir terbenam menyisahkan warna yang indah, namun tidak ada di antara mereka beranjak meninggalkan tempat itu. "kamu tau kalau aku suka sama seseorang?" tanya Auliah dan laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "tapi kamu tau siapa orang itu?" lagi-lagi laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya. "Dia selalu memasang muka datarnya jika berhadapan dengan ku, tetapi dia sangat baik kepadaku, dia selalu ada di saat aku sedih, kadang aku gemas saat dia menjawab pertanyaan ku hanya dengan satu kata atau dengan anggukan dan gelengan kepalanya. Dan ya, itu semua membuat ku mencintainya walau aku tau dia tidak mencintai ku. Aku sangat berharap bisa melelehkan es yang berada pada dirinya. Tetapi, harapanku hancur saat aku melihat bekuan es yang melekat pada dirinya telah dilelehkan oleh orang lain, bukan aku. Mulai saat itu aku berhenti untuk mengejarnya, aku hanya berharap dia bisa tertawa dengan lepas walaupun bukan bersamaku." pernyataan Auliah membuat lelaki itu menatap Auliah dengan pandangan bersalah. "Hari ini aku akan pergi ke Singapura, kerumah Nenek. aku akan lama disana, aku tidak tau kapan aku akan kembali ke sini. Mungkin aku akan menetap disana karena aku sudah tidak punya alasan untuk menatap disini, lelaki yang ku cintai tidak pernah memandang ku sedikitpun." ujar Auliah "Dan satu lagi, aku mencintaimu. Mungkin ini terdengar gila tapi sungguh aku mencintaimu." lanjutnya Auliah meninggalkan tempat itu bersamaan dengan air mata yang kembali menetes di kedua pelupuk mata Auliah, tidak terhitung berapa banyak air mata yang telah keluar dari kedua mata Auliah selama ia mengenal Brama. Yah, lelaki itu adalah Brama Anggarta Sanjaya. 1 DECEMBER 2018
All Rights Reserved
#416
anaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • Butterfly Effect
  • Dear Anugraha
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Nabasthalassa
  • cinta yang terluka
  • Mahligai Sunyi

Ketika sedang asyik menonton konser dan teringat akan tas jingjing kecil yang dibawa raib dari tangan, seketika itupula sosok di samping menjadi tertuduh. Adu mulutpun terjadi sehingga memancing semua orang menyaksikan, eh ternyata tas yang dicari tepat berada di bawah kaki gadis itu. Detik selanjutnya gadis itu tersenyum kaku dan kabur seketika itu pula karena merasa amat malu. Dan siapa sangka sosok yang dituduhnya telah mencuri tasnya itu satu kampus walau beda jurusan dengannya. Yang paling menyebalkan sosok itu ternyata preman kampus, bodohnya dia tak mengenali. Bagaimana caranya kabur saat tak sengaja bertemu dengannya? Dan bagaimana caranya menghindar ketika sosok itu mulai penasaran bahkan jatuh cinta padanya, bahkan memaksanya untuk mencintai balik? "Enggak, lo itu gak suka sama gwe, elo cuma mau bales dendam kan gara-gara gwe tuduh nyopet?" Teriak gadis itu "Kita liat saja nanti" sosok itu memperlihatkan senyum misteriusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines