Raychel
  • WpView
    LECTURES 17,007
  • WpVote
    Votes 610
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku menyesal karena telat menyadari semua ini, Aku menyesal karena pernah melupakanmu, Tetapi sekarang AKU berjanji Aku tidak akan Kehilanganmu Untuk ketiga Kalinya" (Ray) "Aku tidak akan membiarkan Siapa pun menyakitimu sekalipun dia adalah Orang yang Kau sukai, Karena aku Akan membuatmu melihat kepadaku" (Vero) "Aku tidak peduli siapa kamu?Siapa Masa lalumu?Siapa yang dekat denganmu? dan siapa yang kau sukai? Aku mencintaimu sejak pertama ku melihatmu, Aku tidak peduli bagaimana kau padaku karena itu hakmu dan hak ku tidak bisa ditentang" (Anggara) "Aku berusaha untuk mengejarmu meski dunia menghinaku Aku tetap mengejarmu Namun kau membuatku kecewa... "(Raychel)"
Tous Droits Réservés
#77
fiktif
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Stay (Away)
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • The Feeling (Complete) Tahap Revisi
  • Lelah [✔]
  • Cinta Sendiri - 2
  • Collider ✔
  • Ex Best(girl)Friend
  • Letha
  • SORRY
  • PEKA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu