Story cover for Be Happy by fikafik88
Be Happy
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published May 04, 2018
Aku hanya menerima kebahagiaan dan tidak berbagi kesedihan. 
Cukup aku yang tahu cerita kalian, jika itu membuat kalian senang. 
Dan cukup aku yang menyimpan cerita ku sendiri, kalian tidak akan kuat mendengar keluh kesah ku. 
Itu akan membuat beban kalian. 

Karena, dengan begitu aku senang. 

Tak usah temani aku, dan kalian tidak perlu menjadi bagian dari keluh kesah ku. 

Aku sangat senang dengan senangnya kalian. 

Membahagiakanmu adalah harapan hidupku. 
Jika aku tak bisa, maka matilah saja aku.
All Rights Reserved
Sign up to add Be Happy to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Truth After Love (bersambung) by tiaxyl
31 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
18 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Thank You ( Kim Taehyung ). by YuniHarsono
12 parts Complete
"Terimakasih telah hadir dan menjadi penyemangat baru ku untuk bangkit kembali, terimakasih telah mencintai ku, terimakasih telah mengisi hari-hari ku, terimakasih telah hadir untuk menghilangkan luka ini.dan maaf,maaf aku pergi meninggalkan mu meninggalkan semua kenangan indah yang pernah kita lalui bersama. dan maaf membuat mu sedih. sekali lagi terimakasih dan maafkan aku yang tidak bisa lagi menemani mu".Vannya~ "Terimakasih juga telah mencintai ku, terimakasih atas segala yang telah kau beri.kasih sayang,cinta, pengorbanan, dan semangat.aku tidak akan melupakan itu. maaf jika aku tidak bisa membuat mu bertahan lebih lama lagi.sekali lagi, terimakasih kasih telah hadir dan menjadi wanita ku walaupun sekarang kau hanyalah tinggal kenangan setidaknya kehadiran mu pernah menjadi canduku".Kim Taehyung~ "Maaf hanya satu kata itu yang dapat aku katakan padamu,maaf pernah membuat mu terluka maaf telah membuat mu menangis dan maaf untuk segala yang aku perbuat.aku gadis bodoh benar-benar bodoh aku tidak tau kalau kamu sudah rela mengorbankan segalanya untuk mu termasuk nyawamu, sekali lagi maaf dan makasih untuk kamu pernah hadir dan menjadi kakak yang terbaik buat aku".Vanni~ "Tenang lah disana kau harus bahagia tanpa rasa sakit kau wanita kuat yang pernah aku temui kau mempertaruhkan semua yang kau punya untuk orang yang kau sayangi dan terimakasih kasih telah hadir untuk kami semua disini.aku akan mengingat semua nasihatmu dan aku akan menjaga nya untukmu".Park Jimin~
You may also like
Slide 1 of 9
Truth After Love (bersambung) cover
My All, That Is You cover
Ketika Tulisan bercerita? cover
someone like you cover
Time For Opportunity cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Thank You ( Kim Taehyung ). cover
TAK TERLIHAT TAPI ADA (ONE SHOOT SHANCHRIS)  cover
PERJODOHAN PAKSA ( END ) cover

Truth After Love (bersambung)

31 parts Ongoing Mature

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.