11:11
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 5, 2018
Jam tangan menunjukkan pukul 11:11 hujan mengguyur padat nya kota Jakarta. Tempat ia Aidza Faradiba duduk termangu di dalam kafe sembari menunggu hujan berhenti. Di sebelah sisi Gibran, pria itu tengah memandang paras ayu seorang wanita yang duduk di sebrang kursi kafe tempat ia menunggu hujan berhenti. Ditempat yang sama dan waktu yang sama. Saling menunggu hujan berhenti tanpa berani menyapa dan hanya bisa mengucap betapa indah nya pemandangan diluar dan dalam kafe. Sang empunya tubuh yang sedang dipandang segera berlari keluar dari kafe menerobos hujan. Dan hanya meninggalkan cangkir dan sebuah piring yang telah lama menemani nya. Dan juga buku note kecil dengan sampul bertuliskan 'Aidza Faradiba Humaira'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Raining Outside [END]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Hujan dalam Pandanganku
  • love struggle Caza
  • Marrytime ✓
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • PEREMPUAN YANG MENCINTAI HUJAN
  • OMG, i really liked him
  • Prema Sutram [Completed✔️]

Penat dengan segala kegiatan di kampus dan permasalahan dalam hidupnya, Fahla Audina memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan semester di rumah Tante Ratna yang tinggal cukup jauh dari pusat kota. Merupakan tempat yang cocok baginya untuk menyegarkan otak sekaligus "menyembuhkan" diri. Tak banyak perubahan yang terjadi jika dibandingkan dengan kunjungan terakhir Fahla ke sana sekitar tiga tahun lalu. Yang berubah hanyalah munculnya sebuah toko buku independen di ujung jalan, serta kehadiran sosok laki-laki bernama Graha Abidzar yang tak pernah Fahla sangka akan menjadi tokoh utama baru dalam kisah hidupnya. --- © November 2021 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines