Chiya
  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sun, May 27, 2018
WpInfo
Fanfic
1Direction
Aku yang merasa beruntung mendapati sosokmu yang begitu tenang, namun luar biasa. Menerima liku dalam belukar pikiranku. Menemani detikan yang kukira akan terasa hampa. Kau tahu tentang ucapan orang orang "Masa terindah adalah masa masa SMA?" kurasa itu salah. Karena bagiku yang telah dekat duniamu aku berharap bahwa "Permulaan dari masa yang indah adalah Masa masa SMA" batin chiya. -Cukup tau, cerita ini hanya imajinasi belaka, jika ada kesamaan nama tempat, tokoh, kejadian dll, kami Zapher25 sekeluarga mohon maaf lahir dan batin-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Harapan
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Thank you, My hero
  • Paguyuban lima sekawan✔️
  • Broken melodies
  • FALLING IN LOVE
  • We Are Best Friend! [ Telah Terbit ]
  • GASA [end]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines