We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
(when) Night End

(when) Night End

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Adam dan Aina, dua insan yang bertemu dan saling bercerita ketika malam sudah hampir menjadi pagi. Aina pernah bilang begini ke Adam, "Adam gue takut, setelah lo tau semuanya lo akan menghilang. Gue takut setelah gue kasih tau semuanya ke lo, lo gak mau lagi berteman sama gue, gue takut lo menjauh dan gue gak punya siapa-siapa lagi." Aina sangat takut akan kehilangan Adam, seperti ketika ia kehilangan teman-temannya dulu. Dan Adam hanya menjawab seperti ini, "Kenapa harus takut? Kenapa harus mikirin hal yang belum terjadi? Kalau begitu lo gak perlu ceritain itu ke gue, gue bakalan pura-pura tuli dan tetap temenan sama lo apapun keadaannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mengapa Kita? (Usai√)
  • Loving in Silence [THE END]
  • Guard Your Hearts
  • DiRafa [ Huang Renjun ] END
  • HANNA
  • Don't leave me [SELESAI]
  • MY BEST MISTAKE
  • From a friend to lover?
  • [REVISI] KETUA KELAS VS BENDAHARA
  • Sincere (Nara)

Ketika takdir selalu mempertemukan dua insan yang tidak akan pernah menjadi satu. Cinta memang membuat orang bodoh. Cinta memang membuat orang menjadi jahat. Dan cinta juga yang membuat mereka memilih melakukan hal terbodoh. "Hanya aku yang bisa mengontrol diriku, siapapun tidak bisa, begitu pun alam. Kita bisa bersatu asal kita berjuang, Aasma. Kita berjuang bersama---" "Berjuang bersama untuk menyakiti Audrey itu maksudmu?" Aasma memotong ucapan Raka. Alam memang kejam dia tidak mau kita bersatu namun, selalu mempertemukan kita. ~ Aasma (Ada beberapa hal yang tidak boleh kita sama-samakan salah satunya dalam berkarya, berkarya semampumu dan berkarya menggunakan imajinasimu karena itu lebih mulia dibandingkan menjiplak.)

More details
WpActionLinkContent Guidelines