KEY
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 21, 2018
cerita ini mungkin tak semenarik cerita lainnya, dibuat melalui imajinasi remaja SMA. yang memiliki pola pikir yang berubah ubah. Ditambah lagi dengan gejolak rindu hatinya yang sedang merindukan seseorang yang sedang dinantikannya. MIKHAYLA MAUDY gadis remaja yang selalu ceria menghadapi setiap persoalan hidupnya. hari hari nya selalu dipenuhi oleh kasih sayang orang orang di sekelilingnya ketika ia masih berusia 16 tahun. Namun kemudian semuanya berubah, ia harus merasakan kehidupan pahit yang menerpanya. ia selalu berusaha menyembunyikan rasa sedihnya, akan tetapi hal tersebut tidak dapat ia tutupi Ketika bertemu dengan Arga darkana ARGA DARKANA Remaja yang selalu merasakan apa itu kekayaan. namun ia kurang mendapatkan kasih sayang orangtua nya yang sibuk dengan pekerjaan mereka. hingga ia bertemu dengan gadis yang begitu istimewa menurutnya, gadis yang beda dari yang lain. membuat nya ingin selalu melindunginya. Hingga membuat dia membuka hatinya untuk gadis itu. Direkomendasikan untuk kalian yang percaya akan apa itu perjuangan.
All Rights Reserved
#30
rasasayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Enemies in Flames
  • My Older DESTINY- Lengkap
  • TAKLUK
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • The Last Birthday With You
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Bayangan Rahasia

Enemies in Flames - dua musuh yang terjebak dalam permainan api perasaan. Dalam dunia yang penuh aturan, mereka adalah pengecualian. Arya Mohan Suryanandika adalah bad boy yang dikenal karena tatapan tajamnya, sikapnya yang dingin, dan keahliannya dalam membuat masalah. Baginya, hidup adalah tentang kesenangan dan kebebasan, tanpa peduli siapa yang ia sakiti dalam prosesnya. Aqeela Aza Calista, gadis yang juga jauh dari kata lembut dan manis. Ia berapi-api, keras kepala, dan lebih suka menyelesaikan masalahnya dengan pukulan daripada kata-kata. Tak ada satu pun orang yang berani macam-macam dengannya. Mereka berdua seperti dua magnet dengan kutub yang sama. Selalu bertolak belakang, selalu bentrok. Tapi siapa sangka, kebencian yang mereka pupuk begitu lama bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit? Sesuatu yang bahkan Aqeela sendiri berusaha keras untuk menolak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines