05 Mei 2018
Di dalam gelapku, aku menemukan setitik cahaya milikmu. Kamu yang meruntuhkan gelap duniaku, merubahnya menjadi bagaikan pelangi pada awan biru. Hingga waktu berlalu, aku yang berada pada duniamu tiba-tiba terhempas kembali pada duniaku yang kelabu.
Kenapa dulu aku tak bertahan saja?
Seharusnya.
Kini hidupku kembali kelabu, gelap, tak ada pelangi yang menggantung pada awan biru.
Tanpamu, kini aku kembali menata hidupku.
Tanpamu, aku kembali mengubur diriku.
Hingga suatu saat, ada seseorang yang mampu menarikku dan memberikan cahaya baru.
;Bulan, langit merengkuhmu begitu lekat namun engkau malah berpijar sendirian, apakah itu yang kau lakukan agar rasamu sampai pada tanah yang juga menanti kau dekap?
;Langit, kau merentang dengan lebar namun engkau malah mendekap kesakitan, apakah rembulan hanya menjadikanmu pelampiasan saat bumi mulai terang, dan rembulan kembali tenggelam dalam pelukannya?