

![Puisi Cinta [END]](https://img.wattpad.com/cover/200616016-256-k167468.jpg)


![MY GARRULOUS BOY [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/288189204-256-k107061.jpg)
![IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/120507882-256-k871710.jpg)



"Nana berusaha menggenggam mawar dari Angga terlalu erat" Lirih Nana mengucapkan kalimat itu, "Sampai durinya melukai Nana begitu dalam". Sebait analogi kecil tercipta, menggambarkan dengan jelas apa yang terjadi di hati Nana. Angga tetap bungkam. Sakit. Perih. Ia tahu ia sedang melukai hati Nana. Hati yang tulus mencintainya. "Nana-" Gadis itu lagi-lagi terisak. "Apa Angga bukan lagi untuk Nana seorang?" Ah kalimat itu. Hati Angga ditikam sangat dalam. Pertanyaan itu tak mampu ia jawab. Lidahnya kelu. "Apa ada hati yang lain?" Nana bertanya lagi. Iya. Ada. Maafin Angga. Angga membatin. Ia tak sanggup lagi melukai Nana lebih dalam. Hatinya harus memilih. "Mawarnya ngga mau melukai Nana lagi. Mawarnya harus pergi" Jawab Angga lirih.
More details