CARISSA

CARISSA

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 6, 2021
Carissa sejak kecil hanya ingin menjadi gadis yang sukses dengan cita-cita menjadi seorang penyayi terkenal, namun takdir berkehendak lain terhadap kehidupannya. ketika kesuksesan itu mulai dapat diraihnya. cobaan selalu datang menghampiri dirinya mulai dari keluarga yang dulunya harmonis berubah menjadi kacau, Ayah yang tiba-tiba meninggalkan dia serta keluarganya, dan rasa terpendamnya kepada sahabatnya sendiri . Hingga datang dia Tamara Alexander seorang produser musik yang terkenal akan ketampanannya, Sifat dinginnya dan juga pesonanya. lalu bagaimana cara carissa menggapai mimpinya sejak kecil...? Dan bagaimana takdir mempertemukan mereka..?? Assalamualaikum Watty ini novel pertama yang aku buat, salah satu kisah hidup aku.. aku minta saran dari kalian agar dikemudian hari aku bisa lebih baik lagi dalam menulis.. please vote and coment... salam hangat dari aku?☺
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Grisella Laurensa
  • No Time To Die
  • Devon [END]
  • Filantropi [SELESAI]
  • SECRET
  • Evesha The little Sun
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • To Be Antagonis
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines