Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
Save Me

Save Me

  • WpView
    Leituras 216
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, fev 3, 2019
WpInfo
Fanfic
"Aku selalu berpikir semua bisa di dapatkan dengan ketenaran, tapi ternyata tidak....." "Entah keegoisan sudah mendarah daging, sekarang yang aku inginkan hanya membuat diriku bahagia dengan melakukan apa saja" "Aku tidak membutuhkan teman di dunia ini. Karena teman suatu saat nanti hanya akan datang ketika dia butuh dan akan menusukmu dari belakang" -chora By.FD 3-2-19
Todos os Direitos Reservados
#125
only
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • IGNITES (END)
  • FELICE
  • The First, Not the Last
  • LoverBoy [SELESAI]
  • ALEYA~~
  • PUTRI  { HIATUS }
  • Bukan Sekedar Kagum
  • ALSENA
  • THE CLIMB [Completed]
  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo