Flos Lectum

Flos Lectum

  • WpView
    Reads 74,781
  • WpVote
    Votes 7,035
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Story collaboration! Cover by member group @SiApril_ "Aku sudah mengenal banyak warna dalam hidupku jauh sebelum aku mengenalmu. Namun, saat pertama kali aku melihatmu dengan suara merdu yang mengalun dari tawamu. Untuk pertama kalinya, aku melihat warna baru dalam hidupku, warna yang sulit untuk kusebutkan dengan kata-kata. Tapi sayangnya warna yang kau tawarkan tak benar-benar membuatku bahagia, saat aku menyadari bahwa warna itu bukan hanya milikku." ~Flos Lectum~ Athena Xaviera gadis penyuka tidur yang terjabak dalam kehidupan kakak-beradik, memaksanya meluruskan konflik di antara keduanya, memaksa Athena menjadi jembatan untuk mempertemukan keduanya. Bertemu dengan Gara menjadi mimpi terburuk bagi Athena. Cowok yang hidup seperti triplek berjalan itu tak disangka malah menjungkir balikkan dunianya. Di balik sikapnya yang dingin ada kehangatan yang Gara sembunyikan. "Mencairkan es yang beku lebih mudah daripada harus menghadapi hati yang membeku selama bertahun-tahun. Tapi, masih ada celah untuk mencairkannya sejak aku tahu bahwa es itu adalah tameng untuknya bertahan." - Athena **** Cerita ini adalah project pertama dari grup @wattpdladies yang merupakan kolaborasi antara @haynett_ dan @SiApril_. Happy reading ?
All Rights Reserved
#461
dingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • The Fate Of My Life (END)
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Key'vin [COMPLETED] ✅
  • AFAF2 : OUR LIFE | ✔
  • My Life (RakaReva)
  • Please Don't Hate Me (Proses penerbitan)
  • SEBELUM KITA BERBICARA
  • ARGA [Completed]
  • Bittersweet

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines