Story cover for Anastasia by tyazalisya_
Anastasia
  • WpView
    Reads 64,469
  • WpVote
    Votes 4,229
  • WpPart
    Parts 26
  • WpView
    Reads 64,469
  • WpVote
    Votes 4,229
  • WpPart
    Parts 26
Complete, First published May 06, 2018
Suatu hari gadis kecil bernama Kesya bersama keluarganya pindah ke sebuah rumah ditepi kota. Sudah 20 tahun rumah itu kosong dan akhirnya Papinya Kesya membelinya karna ada bisnis dikota tersebut. Kesya memiliki satu kakak laki-laki bernama Ali. Kesya ditempatkan disebuah kamar, pada suatu malam saat membenahi pakaian di lemari, Kesya menemukan boneka cantik yang berdebu dan ia menamainya dengan nama Anastasia. 

Semenjak itu, tingkah Kesya menjadi aneh. Ia suka berbicara sendiri dan tertawa sendiri. Namun orangtuanya berpikir jika itu memang wajar karna Kesya masih anak-anak berumur 9 tahun. Imajinasinya masih tinggi. Kesya juga selalu berkata 'Ayo Mami, main dengan Sia'. Namun Maminya tak punya waktu bermain dengan Kesya dan yang dipanggil Sia itu. 

~0~0~0~

Tbc :)

Hay guys cerita yg aku buat sebelum ini adalah fiksi remaja, dan aku tertantang utk buat cerita horor :v smga aja pada suka ya, maaf klo gk bagus :)
All Rights Reserved
Sign up to add Anastasia to your library and receive updates
or
#711seram
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata cover
AMNESIA (Complete) cover
KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete] cover
susuk cover
FANTASY BEFORE SLEEP cover
Teror Leak (Selesai✔)  cover
Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat ) cover
Short Story (Horror) cover
I CAN SEE " THEM " cover
TEROR KEBAYA PUTIH (Complete) cover

Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata

26 parts Ongoing

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.