Pelangi di Ujung Pagi

Pelangi di Ujung Pagi

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 6, 2018
Masa lalu itu seperti spion. Cukup dilihat sesekali untuk membuat kita lebih berhati-hati dalam melangkah. Karena jika kita terlalu lama memandang spion, ya seperti yang terjadi padaku. Aku menabrakkan diriku ke pembatas jalan, melewati batas itu, dan terguling. Kendaraanku hancur. Aku terluka, bahkan melukai orang lain juga. "Lalu aku harus bagaimana, Mas?" Aku meraba dadaku. Aku tak punya jawaban atas pertanyaannya. "Bagaimana dengan istrimu, Mas?" Kembali, aku tak punya, atau lebih tepatnya tidak bisa menjawab pertanyaan Savitri, perempuan dari masa laluku, yang kutengok kembali akhir-akhir in. Sementara, di seberang nun jauh di sana, aku yakin Ismi, istriku, dan Gusti, anakku, sedang menantikan kehadiranku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tuyul Jatuh Cinta
  • NEVER AGAIN
  • kau bukan rumah
  • Beloved | Sudah Terbit
  • AUTOPHILE
  • Aku selingkuh punya alasan Mas
  • sebenci itu??
  • gala bunga matahari🌻 (END)
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)

kulirik lagi arloji ku, detik nya terus bergerak. aku harus bagaimana? tidak ada ojek , ku pustuskan saja untuk berlari. terserah bagaimana. setidak nya aku sudah berusaha. Aku berlari di pinggir jalan raya condet itu. berlari saja terus tanpa ku pedulikan sepertinya banyak orang yang melirik ku . Aku benar benar berlari tanpa henti,sampai aku tak sadar aku terjatuh karena tersandung batu besar itu. DUKK!!! aku terjatuh, tersungkur. Aku bangkit, kulihat rok panjang putih ku sobek dibagian dengkul nya. terlihat ada darah menembus di Rok putih ku. baju dan kerudung ku tak luput dari kotor karena terjatuh tadi. "Aww..." aku meringis menahan sakit pada kedua tangan ku dan nyeri pada kedua lutut ku. ****** Kisah tentang seorang siswi SMA, dengan segala keseruan nya

More details
WpActionLinkContent Guidelines