Story cover for Rome Notes; Prolog by AbdullohZahidSyakir
Rome Notes; Prolog
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published May 06, 2018
Prolog; 

Di ruang sempit ini ; aku melihat surga yg berantakan. Tiap sudutnya selalu menemukan kewejangan baru utk kusantap tanpa kenal waktu

Di ruang sempit ini; aku menemukan surga yg berantakan. Dimana secarik ukiran sejarah yg tercecer tiap sudutnya selalu merasuki jiwa yg tolol. 

Di ruang sempit ini; aku menemukan surga yg berantakan. Dgn kenyamanan dan dgn kesuciannya aku menjulurkan tawaran bagi kalian yg selalu merasa Bodoh. 

Hanya di ruang sempit ini surga para tololers yg blm puas akan kewejangan literasi. Yaa, hanya di ruang surga ini.
All Rights Reserved
Sign up to add Rome Notes; Prolog to your library and receive updates
or
#610qoutes
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 9
Forever Silver ✔️ cover
THE UNYIELDING  [END] cover
ALEYA~~ cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Preliminary Us cover
My Boyfriend Is Trouble Maker ❌ Mark Lee cover
future destiny for antaginis cover
BAPER {SELESAI} cover
Anaking cover

Forever Silver ✔️

36 parts Complete

[ semesta pertama ] Hidup telah menakdirkanku berada di posisi kedua sejak aku dilahirkan di dunia ini. Aku berpikir bahwa sekeras apapun aku berjuang, tempatku adalah di posisi kedua. Setinggi apapun langit, masih ada langit di atasnya yang jauh lebih tinggi, dan masih ada lagi langit, dan seterusnya. Aku bersumpah aku sudah menerima kenyataan itu. Menjadi pilihan kedua, menjadi cadangan, menjadi bukan prioritas. Menjadi bayangan. Tetapi suatu ketika, hidup menempatkanku dalam sebuah kompetisi yang menjadi posisi kedua bukanlah hal yang bisa begitu saja kuterima. Aku akan memiliki emas itu. [BACA PROLOG LEBIH DULU]