Usaha Untuk Melupakan

Usaha Untuk Melupakan

  • WpView
    Reads 1,182
  • WpVote
    Votes 288
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang luka yang tak pernah sembuh. Tentang air mata yang terus mengalir. Tentang rindu yang tak pernah terobati. Sebuah usaha, pengakuan, pengorbanan dan ketangguhan. Berkisah tentang seorang wanita yang menutup rapat hatinya, menutup pandangannya, dan melupakan senyum nya. Akankah dia membuka hatinya lagi? Membuka pandangan nya? Dan mengulas senyum manisnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Waktu?
  • If we can together
  • Naura & Lukanya
  • To Heal
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • My Bricks
  • CAHAYA  YANG MASIH TERTAUT PADA BINTANG
  • Kita Sembuh Bareng?

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines