Cinta Sang Hafidzah

Cinta Sang Hafidzah

  • WpView
    Reads 8,036
  • WpVote
    Votes 241
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Assyfatu Hafidzah, Remaja yang baru saja menginjakan dirinya di pondok pesantren untuk menuntut ilmu. Ia yang tak ingin mau tahu dengan urusan cinta akhirnya harus terlibat. Pertemuan yang singkat mengisahkan rasa yang begitu kuat pada hatinya. Akankah ia mengatasi kisah cintanya seperti Fatimah Az-zahra dengan Syaidina Ali? Atau malah mengikuti hawa nafsunya?
All Rights Reserved
#561
hijab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Takdir di Sepertiga Malam
  • Relationship Goals [REVISI]
  • Mujahadah (Sudah Terbit)
  • Rahasia dan Sayang
  • TAKDIR CINTAKU
  • DALAM DIAMKU ADA CINTANYA {END}
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • Humaira Az-zahra
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Penghujung Takdir (selesai)

Aisyah Khairunnisa tidak pernah menyangka bahwa hatinya akan terpaut pada seseorang yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya. Ia hanyalah wanita biasa, dengan pemahaman agama yang masih minim. Namun, semua berubah sejak ia mengenal seorang ustadz muda di kampungnya, seseorang yang tanpa sadar menuntunnya menuju jalan yang lebih baik. Fathir Al-Farizi, seorang ustadz muda yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Kiai Abdul Ghafur, mengelola sebuah pondok pesantren kecil bernama Pesantren Darul Falah, tempat para santri dari berbagai daerah menimba ilmu agama. Meski berasal dari kampung yang sama, Aisyah dan Fathir tidak pernah benar-benar mengenal satu sama lain, hingga satu momen mengubah segalanya. Dalam diam, Aisyah mulai mengagumi Fathir. Bukan karena ketampanan atau statusnya sebagai seorang ustadz, melainkan karena keikhlasan dan keteguhannya dalam mengajarkan ilmu agama. Semakin ia mengenal Fathir, semakin ia merasa kecil dalam hal ilmu dan pemahaman agama. Namun, kekaguman itu tidak cukup untuk membuatnya merasa pantas. Ia hanya bisa menatap dari kejauhan, tanpa tahu apakah hatinya akan sanggup menanggung harapan yang mungkin tak akan pernah terbalas. Di antara doa-doa yang ia panjatkan di sepertiga malam, Aisyah berusaha mendekatkan diri kepada Allah. Ia ingin berubah, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik di mata-Nya. Namun, apakah perubahan itu cukup untuk mendekatkannya dengan Fathir? Ataukah cinta ini hanya akan menjadi ujian bagi keikhlasannya dalam berhijrah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines