We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bintangku

Bintangku

  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 20, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Bintang, masihkah kau bersinar disana? Mengapa kau perlahan pergi dan meninggalkanku bersama langit yang mulai kelam? Lantas harus dengan siapa aku menceritakan segala keluh kesahku? Dan bagaimana aku harus bertahan jika lenteraku saja sudah padam? Tidak dapatkah kau kembali? Kembali menerangi hidupku yang mulai gelap tanpamu. Aku janji akan menjadi anak yang baik, menjadi seseorang yang lebih tegar dan kuat. Karena tanpamu, aku tak pernah bisa berbuat apapun dengan benar. Jadi, kumohon kembalilah.. ~Regan Keyla Alexis Semacam buku harian yang menceritakan seseorang yang sangat berharga untukku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  •  Dear My Sunshine✔
  • MENYELAMI ANGKASA [TELAH TERBIT DI LOVRINZ]
  • Memorable
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • RENJANA DERANA [END]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • Langit untuk Asa
  • why? It's You
  • My Darkness Girl[TAMAT]

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines