Adam, Aku merindukanmu. Sangat, sebenarnya. Aku tahu, harusnya aku tidak lagi menganggapmu pernah hadir dalam hidupku. Apalagi merindukanmu. Setelah apa yang sudah kau lakukan padaku hari itu. Atau mungkin yang kau dan aku lakukan hari itu. Tanpa pernah kau dan aku sangka sebelumnya. Sangat-sangat memalukan. Tapi... ya, aku tidak bisa membohongi perasaanku untuk yang satu itu. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha untuk membencimu. Aku tetap memikirkanmu, mengkhawatirkanmu, dan merindukanmu sepanjang waktu. Aku harap ini bukan cinta yang pernah kau dan aku bicarakan saat kau mengajakku bolos hari itu. Meski pun sebagian dari diriku menyuruhku untuk melepaskan egoku untuk sebentar saja dan berhenti menyangkalnya. Aku harap kau tahu apa yang sedang aku coba sampaikan padamu lewat surat ini. Aku harap aku bisa membencimu seperti kakak perempuanku membenciku lebih dari dia membenci jutaan ekor kecoa. Hiperbola, aku tahu itu. Aku harap aku bisa bertemu denganmu dalam waktu dekat ini. Temanmu, Novelian
Więcej szczegółów