Tinggalkan dia! demi DIA

Tinggalkan dia! demi DIA

  • WpView
    Reads 970
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2020
Cerita ini adalah hasil tadabbur dari surat Al-isra ayat 32, yang Berbunyi: وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32) Dalam ruh tokoh-tokoh fiktif dalam cerita itulah, saya mencoba meniupkan ayat tersebut. Ditulisnya cerita fiksi ini,bertujuan agar bisa di ambil manfaatnya.dan semoga cerita ini bisa mewakili perasaan para readers-readers pejuang hijrah, yang sedang di landa kegundahan asmara. Juga, untuk memotivasi para pejuang hijrah, yang sedang melawan hawa nafsu dunia. Intinya, ambil pelajaran dan hikmah dari cerita ini. Juga mohon kritik dan sarannya dari para readers, agar author bisa mengetahui kekurangan dan kesalahan apa saja dalam penulisan cerita ini. Karena sesungguhnya,manusia adalah tempatnya salah. Dibawah ini merupakan sedikit penggalan kata-kata, dari para pemeran cerita Tinggalkan Dia! demi DIA: Ainaya shaufa anindya Aku percaya, tulang rusuk dan pemiliknya tidak akan pernah tertukar. Dan aku hanya bisa menunggu, karna cinta ini datang di waktu yang belum tepat untuk aku mencintai. Karena itu aku menunggu, menunggu Allah menakdirkan kita bersama, dengan memperbaiki diriku, agar kelak layak untuk disandingkan denganmu, pangeran lauhul mahfuzku. M.Aidan SyahRizky Akupun, akupun akan menunggu. Bukan menunggumu, tetapi menunggu Allah menakdirkan kita bersama. Agar aku dapat menjadi imammu dan kamu dapat menyempurnakan agamaku. Juga berusaha memperbaiki diri, agar akupun bisa layak untukmu kelak, nay. ~karna jodoh itu cerminan diri ya gaes:") "wanita baik untuk lelaki baik dan wanita yang keji untuk lelaki yang keji.Begitupun sebaliknya" Ambil yg baik°buang yg buruk By:RH(RobiaH Al-zakia)
All Rights Reserved
#26
jofisa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She Is not Cleopatra
  • ZARAIDEN [End]
  • A Journey with You (On Going)
  • Raden Aluna | END
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • OPACRAPHILE [End]
  • With You Until Jannah √ || End
  • TERHIMPUN RINDU~dalam  sujud cintaku
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Mahligai Cinta [END]✓

"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu membuat hatiku bergetar. Aku menatap mata coklat gelapnya sembari menahan perihnya darah segar yang mengalir di lengan kananku. Napasku tercegat saat aku menatap hanya debu dan pasir yang betebaran menutup arah penglihatanku. "apa kita bisa kembali?" tanyaku. Mata Zaidan menampakkan kilauan harapan seakan mengatakan "percayalah Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap untuk menolong kita" secara tersirat. Lantas ia mengangguk yakin menatapku. Aku terdiam saat suara itu terdengar jelas di telingaku, "طبيبة" teriakan itu menggema diantara puing-puing bangunan yang begitu memiluhkan. "Aisyah," panggilku memastikan. "ZHAFIRA!!! ZAIDAN!!!" "itu suara Yusuf," gumam Zaidan yang kubenarkan. "begitu dekat untuk meyakinkan hatimu akan bertahan kepada siapa." Aku terdiam tak menanggapi ucapan pria tampan ini. Hatiku kembali diragukan oleh perasaan cinta dan kekaguman pada makhluk-Nya. Ternyata benar apa kata Zaidan, bahwa Tuhan sedang menarikku menuju apa yang direncanakan-Nya. Dan kini adalah waktuku untuk menerima rencana itu dan memutuskan kemana hatiku akan berlabuh. ----- "Teruntuk dia yang ada dalam gemuruh porak porandanya padang pasir dan kisahnya, teruntuk seseorang yang melabuhkan perasaan dan melangitkan doanya dalam sebuah peradaban bumi para nabi. Aku hanyalah seseorang yang berusaha menjadi Kartini untuk menegakkan keadilan bagi perempuan dan menjunjung tinggi kedamaian di dunia. Aku tak memiliki banyak kekuasaan, karena aku bukan termasuk sederet perempuan sempurna Mesir dengan segala pesonanya. Aku bukan Cleopatra." -Zhafira Aisyah Farida-

More details
WpActionLinkContent Guidelines