Perfect Partner || The Truffatore #2

Perfect Partner || The Truffatore #2

  • WpView
    Reads 3,969,432
  • WpVote
    Votes 211,287
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 8, 2020
HR #6 Roman 21++,, Manusia di bawah umur tolong minggir :) ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆ Carissa hanya ingin memenuhi keinginan kakak kembarnya yang telah tiada. Ia berani berbuat nekat demi kakak kembarnya. Pertemuannya dengan seorang lelaki yang menurut Carissa memenuhi semua kriteria idaman kakak kembarnya, tanpa sadar telah menarik dirinya jatuh ke dalam sebuah permainan yang lelaki itu ciptakan. "Jadilah partner-ku dan akan aku penuhi semua keinginanmu." Tawar lelaki itu. Wajah tampan dengan seringaian di sudut bibirnya membuat Carissa seperti terhipnotis dan mengangguk. Namun ketika wanita itu sadar dengan adanya kesalahan dalam hubungan mereka, Carissa tidak memiliki jalan untuk keluar lagi. Maka satu-satunya cara agar ia yang memenangkan permainan itu, Carissa harus mampu menjinakkan lelaki itu sebelum lelaki itu yang menjinakkan dirinya terlebih dahulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruined Bitch
  • MY EVIL BOSS : HE TAKES IT ALL (New Version)
  • TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK
  • I Win You (21+)
  • Mamahku Guruku
  • 💞💖Soulmate 2 Cherry💖💕(Complete)
  • I ***E YOU!
  • Black Side Bianca 18++
  • My Precious Bastard Boyfriend [End]

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines