Perfect Partner || The Truffatore #2

Perfect Partner || The Truffatore #2

  • WpView
    Reads 3,969,432
  • WpVote
    Votes 211,287
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 8, 2020
HR #6 Roman 21++,, Manusia di bawah umur tolong minggir :) ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆ Carissa hanya ingin memenuhi keinginan kakak kembarnya yang telah tiada. Ia berani berbuat nekat demi kakak kembarnya. Pertemuannya dengan seorang lelaki yang menurut Carissa memenuhi semua kriteria idaman kakak kembarnya, tanpa sadar telah menarik dirinya jatuh ke dalam sebuah permainan yang lelaki itu ciptakan. "Jadilah partner-ku dan akan aku penuhi semua keinginanmu." Tawar lelaki itu. Wajah tampan dengan seringaian di sudut bibirnya membuat Carissa seperti terhipnotis dan mengangguk. Namun ketika wanita itu sadar dengan adanya kesalahan dalam hubungan mereka, Carissa tidak memiliki jalan untuk keluar lagi. Maka satu-satunya cara agar ia yang memenangkan permainan itu, Carissa harus mampu menjinakkan lelaki itu sebelum lelaki itu yang menjinakkan dirinya terlebih dahulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Win You (21+)
  • TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK
  • 💞💖Soulmate 2 Cherry💖💕(Complete)
  • Black Side Bianca 18++
  • MY EVIL BOSS : HE TAKES IT ALL (New Version)
  • My Precious Bastard Boyfriend [End]
  • Ruined Bitch
  • I ***E YOU!
  • Mamahku Guruku

⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru

More details
WpActionLinkContent Guidelines