Don't Hate Me...

Don't Hate Me...

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 29, 2018
Dua insan manusia, yang pernah berjanji untuk menikah kala dewasa kelak. Namun takdir berkata lain ketika keluarga Haris mendadak pindah ke Amerika. Takdir sepertinya masih tidak puas dengan sekedar perpisahan, memberikan sebuah kenyataan pahit untuk Haris dan gadisnya Lilyana. Sepuluh tahun sudah Lilyana menunggu Haris, hingga mereka berumur 17 tahun. Dan Haris kembali ke Indonesia bersama keluarganya... Lilyana sangat terkejut mengetahui Haris pujaan hatinya yang kembali ke Indonesia tidak lagi mencintainya, dan malah membencinya... Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Haris merubah hatinya yang dulu mencintai Lilyana menjadi benci kepadanya? Bisakah Lilyana bertahan dengan sikap Haris yang berubah total? Ditambah dengan keberadaan Dhimas teman Lilyana sejak smp yang selalu ada untuk Lilyana. Apakah Lilyana juga akan mengubah hatinya kepada Dhimas?
All Rights Reserved
#41
conflict
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepi Lintang (HIATUS)
  • The Blooming Lady [completed]
  • The Brides
  • Loose Cannon
  • Izinkan sekali saja
  • ALDANEL (2)
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • Pelabuhan Dua Hati [END]
  • My Perfect Doll
  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta

(HIATUS) Cerita akan dilanjut dalam kurung waktu yang belum bisa ditentukan. Lintang telah memilih jodohnya sejak dini. Di ulang tahunnya yang kesembilan tahun, Lintang mengarahkan telunjuknya pada sosok Sadam Aisena Salim. Dan di hari itu pula kehidupan Sadam berubah total. "Ma, Pa, Lintang mau menikah dengan dia!" Sadam terdiam di tempatnya. Menatap anak sembilan tahun itu dengan tatapan horror. Tawa juga tepuk tangan keluarga besar justru semakin mengurung Sadam dalam ketakutan. Guyonan kedua keluarga besar membuat Sadam terasa semakin tercekik. Hingga di usianya yang sudah cukup umur, Sadam memilih untuk melarikan diri ke luar negeri. Menghilang dan melupakan kehadiran mimpi buruk yang selalu menghantunya dalam wujud anak kecil dengan gigi ompong. Sejauh apapun ia berlalu, guyonan aneh itu terus menghantuinya. Sampai Sadam memutuskan untuk kembali. Ia bertekad untuk mengakhiri semua mimpi buruknya. ia harus mengakhiri guyonan keluarganya yang tak berhenti meskipun itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya. Namun ada yang aneh, ketika Sadam ingin berhadapan dengan mimpi buruknya ia justru bertemu dengan seorang bidadari? "Siapa?" "Ini saya Sadam. Calon suamimu." "Ah... anak cengeng itu?" "Huh? Anak ... cengeng?" Untuk kedua kalinya, Sadam dibuat tak berkutik oleh Lintang Biru. Namun kali ini kenapa rasanya ada yang aneh? Seharusnya tidak seperti ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines