Sampai Jumpa

Sampai Jumpa

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 19, 2018
Jujur saja.Sejak saat itu aku tak lagi percaya dengan yang namanya kebetulan.Sebab menurutku Tuhan selalu mengatur segala urusan hambanya.Seperti pertemuanku dengannya.Dengan dia,laki laki menyebalkan yang merubah hidupku.Dan dia yang mengajarkanku pentingnya mengucap "sampai jumpa". Dia : " Anye.Jangan pernah kamu bilang selamat tinggal keaku!." Aku : " Kenapa?." Dia : " Ucaplah sampai jumpa padaku.Agar kita bertemu lagi" Aku : "Bertemu lagi." Dia : "Kita akan bertemu lagi.Ini janjiku." Sampai di suatu situasi aku justru jatuh cinta dengan seorang psikopat yang tak pernah ku harapkan.Psikopat yang mengajariku arti cinta sesungguhnya. Jujur.Aku bimbang harus memilih satu cinta diantara tiga pilihan. Haruskah ku memilih psikopat yang baru ku kenal.Tapi berhasil membuatku jatuh cinta.Atau Arya cinta pertamaku.Yang selalu membuat aku nyaman.Namun disisi lain ada dia.Dia yang mengajariku makna sampai jumpa.Dan selalu membuatku rindu. Tuhan.Aku mohon ajari aku memilih hati​ yang tepat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • You're Here, But Not For Me
  • Perempuan Bukan Makhluk Percobaan
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Perjalanan Cintaku...
  • You're Mine
  • Air Mata Cinta
  • Hubungan dalam Kerumitan (End)
  • Mahligai Sunyi

".....Vania ini orangnya ngeyel-super ngeyel, emosian, tengil, galak, keras kepala, padahal aslinya cengeng dan manja....." Vania membeliak mendengarkan penjelasan Devan, dapat dilihat dari raut wajah dan matanya bahwa laki-laki itu menyeringai sombong membanggakan dirinya sendiri karena tepat menjawab pertanyaan Vania. "Cowok gendeng!" Devan mencondongkan telinganya untuk memastikan apa yang Vania ucapkan barusan. "tuli ya?" cibir Vania. Devan menghela napas, "bagaimana? ada yang ditanyakan lagi, atau kamu mau tahu tentang saya?" tanya laki-laki itu antusias. "Nggak penting!" jawab Vania ketus sambil mengibaskan tangan. . . . Menjadi laki-laki baik, sabar, dan sholeh mungkin tidaklah cukup bagi Devan, tepatnya Devandra Aditya Pramana untuk meluluhkan hati seorang perempuan yang keras kepala. Bahkan sebuah pernikahan pun tidak mampu membuat perempuan bernama Vania Ardan Prayogi itu berubah menjadi lembut dan mencintainya, tapi justru sebaliknya. #Story by: vhe_ya #Cover by: dhen.indra NB: ada beberapa part yang saya privat. Jadi kalau mau baca full, follow dulu yakk.. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines