Agony (Jeon Jungkook) On Going

Agony (Jeon Jungkook) On Going

  • WpView
    Reads 56,545
  • WpVote
    Votes 3,857
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 4, 2021
WpInfo
Fanfic
BTS
Jungkook sebenarnya anak yang baik dan selalu terlihat ceria. Hanya saja, semuanya berubah saat kedamaian keluarganya mulai berubah juga. Orang tuanya sering bertengkar. Ditambah lagi dengan hyungnya yang tidak pernah mempedulikannya. Hyungnya juga sering menjadi pemicu pertengkaran kedua orang tuanya. Awalnya Jungkook mencoba untuk tidak terlalu mempedulikan segala kegaduhan di rumahnya. Ia pikir, dalam suatu rumah tangga pasti akan ada masalah. Dari pihak manapun itu. Dan ia meyakini bahwa masalah di rumahnya tidak akan berlangsung lama. Ternyata Jungkook salah. Semakin hari masalah di rumahnya semakin tidak terkendali. Dan Jungkook mulai tidak tahan dengan keadaan itu. Ia mulai mencari pelampiasan atas kesakitannya. Ia mulai mencari sesuatu untuk meredakan rasa sakitnya. Termasuk dengan menyakiti dirinya sendiri. Atau dengan mengakhiri hidupnya? Jungkook lelah. Ia ingin menyerah.
Public Domain
#635
parkjimin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Delussion Of Life
  • [C]LOSER; If We Never Fall in Love Mr. Henderson [TAEKOOK]
  • Sleep With The Devil (JOYKOOK)
  • Let me go
  • Devil's Arrow [END]
  • Fake Love [VMINKOOK] END
  • Too Complicated ✔
  • SAVE ME
  • Gwenchana, Hyungnim
  • Mianhae Jungkookie [END ✔️]

Guma sampai detik ini masih belum mampu melihat dirinya sendiri kendati ribuan cermin berjajar di setiap sudut yang memantulkan dirinya sendiri. Guma seperti buta, kehilangan arah dan tujuan semenjak perginya Ugra dari hidupnya. Guma tidak bisa berpijak sendiri di dunia ini tanpa Ugra, begitu pun sebaliknya. Guma tidak bisa mengaung pada nikmatnya dunia muda, sebab suaranya menghilang begitu Ugra pergi dari sisinya. Guma dan Ugra benci pada takdir yang membawanya pada titik ini. Mengapa orang tua selalu egois? Berkata seolah keputusan yang mereka ambil adalah keputusan yang terbaik. Harusnya mereka tahu jika sepasang anak kembar, tidak boleh dipisahkan kecuali maut yang menerjang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines