Cahaya Bulan Tengah Malam

Cahaya Bulan Tengah Malam

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 24, 2018
Aku terjaga di kursi bersama kopi yang sudah menjadi dingin karena menunggu obrolan kita yang panjang. Masih terbuka buku yang tadi siang ku baca dan belum selesai. Cahaya bulan jatuh di wajahku memantul dari genting kaca. Dan saat ku melihat bintang di langit, aku ingat saat pertama kali mataku bertemu matamu. Cahayanya jatuh di lantai; di tengah malam itu ia tampak cantik dan dingin. Sesuatu yang indah namun fana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Possessive Ghost [tk] fin✓
  • Di Ujung Angkasa(TAMAT)
  • [COMPLETED] 7 Days
  • THE STAR
  • Siluman Tak' Bernyawa
  • You Are Mine Ms.Nelson
  • RENASCIDO
  • Tentang Mu Bintang Ku

"Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini." "Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata." "Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu." "Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku." "Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit."

More details
WpActionLinkContent Guidelines