She Is ....

She Is ....

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Cewe cupu & cowo glamour Menurutmu bagaimana jika mereka disandingkan? Cewe yang tidak tau sama sekali style berpakaian & cowo yang sangat memerhatikan style pakaiannya. Cewe yang ke sekolah dengan menggunakan angkutan umum & cowo yang memakai mobil sport. Cewe yang punya sejuta rahasia & cowo yang selalu penasaran dengan rahasia tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Marriage With Mr. Sehun [SehunYura] #BJPW
  • Dijodohin CEO [SUDAH TERBIT]✔
  • Osis Girl
  • Bad•
  • The Special Ambassador (Sehun x Lisa) [COMPLETED - PDF READY]
  • 回Love Season • Jung Yerin [End]√
  • peach orange | junhoe rose✔
  • Crazy Man,Rider Oh 🌱 [HunKai]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines