Waiting Rain

Waiting Rain

  • WpView
    Reads 978
  • WpVote
    Votes 650
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 3, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan adalah hal yang paling kutunggu. Karna Hujan aku dapat menangis sepuas hatiku. Hingga saat hujan mempertemukanku dengannya. Dari situlah aku tau bahwa hujan tak selamanya hanya awan hitam. Ternyata hujan pun mempunyai keindahan. Seperti Keindahanku saat bersamanya. Aku bahagia kala hujan turun. Karna itu membuatku dapat merasakan sebuah Kebahagiaan. Dia membuat Pelangi dihari hujanku. Hingga akhirnya semuanya pun kembali. Hari hujanku yang penuh awan hitam menjadi lebih gelap dari sebelumnya kala Dia pergi. Pergi. Pergi jauh meninggalkanku sendiri diduniaku yang sepi. -Rain Wulandari- Note : Gambar atau animasi yang dicantumkan hanya sebagai visualisasi pendukung cerita tidak ada sangkut paut dengan yang lain lain. Baca kelanjutannya Follw;@syhwanrl @syahwa.nrlfzh17
All Rights Reserved
#309
girls
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • ALEYA~~
  • Warna Untuk Pelangi [✓]
  • FIZYA
  • My Home [Hujan Series]
  • Rianbow [SHS 1]
  • Hunting Breath (END)
  • Lingga [SELESAI]
  • The Rain
  • Haters and Lovers of Rain [END]

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines