Sajak Abadi

Sajak Abadi

  • WpView
    Reads 2,521
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 21, 2018
Goresan tinta Kutuliskan perlahan Diatas secarik kertas putih Kata demi kata Bait demi bait Mengukir untaian syair syahdu -------------------------------- Semoga ia tak hilang Walau badai menghantam Semoga terus terjaga Meski waktu berganti Semoga kekal, Seperti namanya Sajak Abadi. -------------------------------- Inspirator : -Emha Ainun Nadjib -Evi Idawati -Chairil Anwar -Sapardi Djoko Dharmono -Taufik Ismail -WS.Rendra Thanks to : -My parents -My teachers -All of my friends Salam Literasi!!!
All Rights Reserved
#33
balada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • {PERKATA} Selesai
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Aksara Tak Bertuan
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Luka Lara Luna || END
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Rintik Rindu
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines