Sajak Abadi

Sajak Abadi

  • WpView
    reads 2,530
  • WpVote
    Stemmen 98
  • WpPart
    Delen 22
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, mei 21, 2018
WpInfo
Poëzie
Goresan tinta Kutuliskan perlahan Diatas secarik kertas putih Kata demi kata Bait demi bait Mengukir untaian syair syahdu -------------------------------- Semoga ia tak hilang Walau badai menghantam Semoga terus terjaga Meski waktu berganti Semoga kekal, Seperti namanya Sajak Abadi. -------------------------------- Inspirator : -Emha Ainun Nadjib -Evi Idawati -Chairil Anwar -Sapardi Djoko Dharmono -Taufik Ismail -WS.Rendra Thanks to : -My parents -My teachers -All of my friends Salam Literasi!!!
Alle rechten voorbehouden
#5
epigram
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Diam
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • {PERKATA} Selesai
  • Aksara Tak Bertuan
  • BAPER {SELESAI}
  • KIARA [End]
  • SAJAK HATI

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen