Five Years Apart

Five Years Apart

  • WpView
    Reads 3,705,435
  • WpVote
    Votes 61,740
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 15, 2021
[Belum revisi] "Bapak kan guru saya, kok pake lo-gue? Dih, kayak bocah." Gadis itu tertawa kecil dengan perkataannya sendiri. "Udah diem, gue itu Guru lo sekaligus calon suami lo!" Ketus Aldi tak terima. ------ "Tapi kan umurnya beda jauh, masa Lyra nikahnya sama Om-Om, kayak gak laku aja." celetuk Lyra tiba-tiba. "Oh, hello, saya belum setua yang anda bicarakan!" sahut Aldi tak terima. "Lagian saya, tuh, nggak kalah sama anak-anak remaja!" "5 tahun aja, gak masalah!" Sahut Rayna. "Dih, ntar Lyra jalan sama Om-Om dong, Ma?" Lyra sedikit bergidik ngeri. Copyright ©2018 oleh Dwi Nastiti
All Rights Reserved
#29
lyra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • ALA
  • MY BOYFRIEND IS MY HUSBAND
  • EMERAL (TELAH TERBIT)
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Amor Almira
  • UNPERFECT HOME (LENGKAP)
  • Three Targeted Girls!!
  • My bastard husband

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines