ELANOAVA [COMPLETED]

ELANOAVA [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 45,974
  • WpVote
    Votes 2,470
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Layaknya mimpi dalam cerita. Saat kau hadir mengubah segala rencana. Layaknya mimpi dalam kenyataan. Seolah menghentikan jalan alur dunia. Menenangkan segala gundah gulana. Layaknya mimpi dalam laksana takdir. Tetap merindu walau sempat tersakiti. Begini kisahnya. Perihal dia dan aku. Yang terpisah oleh jarak dan waktu. Begini kisahnya. Tentang laksana takdir yang sulit diterka. Menyakitkan serta penuh penolakan. Dalam derasnya hujan kubernaung, akankah kita bersama LAGI?
All Rights Reserved
#59
merindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • {Bukan} Sahabat Jadi Cinta
  • Just Be Friends [PROSES REVISI]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Back To Change i'm aletha now ! #wattys2018
  • GITA OLIVIA [END]✅
  • Pal In Love
  • Different Way
  • TENTANG SETELAHNYA (COMPLETE)
  • Kelas A [End]
  • Between Us
  • BEDA DUNIA
  • No Drama (SELESAI)
  • Sahabat dan Cinta
  • SOMETHING HAPPEN - SELESAI
  • [END] Blind Rainbow
  • CLASS F
  • Coffee Of My Life

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines