EUNOIA GUGUR

EUNOIA GUGUR

  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2019
Satu waktu saat aku menemukanmu kembali, aku ingin mengucap tanda bahagia, aku ingin menjadi lebih baik, aku ingin kita bersama, selamanya. Satu waktu saat perpisahan menyapa lagi, aku ingin tetap tenang. Merasa bahagia dan tak ada sesal. Aku ingin selalu nyaman bersamamu; entah ketika aku terluka hebat atau ketika aku benar-benar tak bisa kuat. Aku tak akan lari dari matamu, meski hatiku menahan pilu. Jangan pergi, meski ketika gugur akan menyapa lagi.
All Rights Reserved
#12
musimgugur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • ELEANOR II
  • LAST AUTUMN - MUSIM GUGUR
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Because You Never Really Left
  • SalFlo
  • Remaja
  • Cerita Tentang Kita
  • Dear Sister
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening

Dua remaja. Dua keyakinan. Satu perasaan yang tumbuh diam-diam... lalu meledak diam-diam. Di balik tatapan mata yang saling mencari, ada rahasia yang tak bisa diucap. Di antara langkah-langkah mereka yang tampak biasa, ada jalan terjal yang tak terlihat oleh siapa pun. Ini bukan kisah cinta biasa. Jere dan Wulan dipertemukan oleh sesuatu yang tak bisa dijelaskan, namun dipisahkan oleh kenyataan yang terlalu jelas untuk diabaikan. Mereka mencoba melawan-kadang dengan keberanian, kadang hanya dengan harapan. Tapi semakin mereka mendekat, dunia seperti menarik mereka menjauh. Setiap pertemuan menyimpan luka tersembunyi. Setiap keputusan menyisakan jejak yang tak kasat mata. Mereka saling mencintai, tapi juga saling menyakiti... karena cinta mereka berjalan di tepi jurang yang rapuh. Dan yang paling misterius dari semuanya: Apakah perasaan itu nyata? Atau hanya bayangan dari sesuatu yang pernah mereka miliki-dan sudah lama pergi? Di balik setiap dialog, setiap diam, setiap janji yang tak pernah selesai diucapkan... ada teka-teki besar: Apakah cinta memang cukup untuk menyatukan dua jiwa yang ditakdirkan berbeda sejak awal? Atau justru cinta-lah yang akhirnya menghancurkan mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines