Story cover for EUNOIA GUGUR by nbltyaa
EUNOIA GUGUR
  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 206
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published May 10, 2018
Satu waktu saat aku menemukanmu kembali, aku ingin mengucap tanda bahagia, aku ingin menjadi lebih baik, aku ingin kita bersama, selamanya.

Satu waktu saat perpisahan menyapa lagi, aku ingin tetap tenang. Merasa bahagia dan tak ada sesal.

Aku ingin selalu nyaman bersamamu; entah ketika aku terluka hebat atau ketika aku benar-benar tak bisa kuat. Aku tak akan lari dari matamu, meski hatiku menahan pilu.

Jangan pergi, meski ketika gugur akan menyapa lagi.
All Rights Reserved
Sign up to add EUNOIA GUGUR to your library and receive updates
or
#18eunoia
Content Guidelines
You may also like
Truth After Love (Tamat, segera terbit) by tiaxyl
36 parts Ongoing Mature
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Dear Sister  by Aschephilo
49 parts Complete
"Nayla, hidup itu perihal menemukan dan kehilangan. Hari ini mungkin kamu bisa menyapa, bisa berkata apa kabar atau hanya sekedar melihatnya tertawa tanpa luka. Tapi bisa jadi, besok kamu hanya bisa berlagak baik-baik saja sambil berusaha sekuat tenaga untuk bilang sampai jumpa. Kamu bisa menemukan banyak hal-hal baik, tapi jangan pernah lupa kalau suatu saat nanti kamu juga bisa kehilangan itu. Kamu bisa bahagia, tapi kamu juga bisa terluka. Dalam hidup, kamu nggak bisa cuma mau enak-enaknya aja. Kadang kita butuh kehilangan untuk paham makna dari sebuah keberadaan. Entah itu seseorang, ingatan, bahkan perasaan. Karena itu, hidup adalah tentang menemukan dan kehilangan. Sampai disini, paham?" ‌"Kalau belum, biar aku jelaskan lagi. Nay, kamu dan aku adalah sebentuk pertemuan. Sebuah skala kecil dari bagian kehidupan sebelum akhirnya terganti oleh yang namanya perpisahan. Mungkin hari ini kita bergandengan tangan, berjalan beriringan sambil menertawakan banyak hal. Tapi bisa jadi, nanti kamu harus mengucapkan sampai jumpa atau selamat tinggal. Bahkan boleh jadi, besok kamu hanya bisa mengingatku dalam kenang yang nggak habis-habis, menjadikanku satu dari sekian memori lalu yang suatu saat nanti akan terlupakan-atau tergantikan. Karena hidup itu tentang menemukan dan kehilangan. Kita nggak bisa selamanya ada untuk satu sama lain. Pilihannya hanya ada dua, meninggalkan atau ditinggalkan. Mana pun yang menjadi pilihan kita, semua ditarik oleh satu garis pasti. Pada akhirnya, kita akan tetap kehilangan." ©kaisha_park88 2018 #1 in Sejeong [19/04/20] #10 in Smile [24/07/20]
Cerita Tentang Kita by Alcabylla_Cemoong
12 parts Complete Mature
Terkadang kita tak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan oleh hati, terkadang sebuah hal kecil dapat membuat kita tersenyum dengan tulus atau bahkan mengingatkan kita tentang sepenggal kisah yang pernah terjadi. Aku mungkin hanya orang biasa yang mempunyai banyak mimpi untuk di wujudkan tapi aku selalu percaya suatu saat hal ini akan menjadi nyata walaupun entah kapan akan terrealisasikan, hanya Tuhan yang tahu. Inilah kisahku aku akan memulainya, baca , dengarkan dan mengertilah ini kisahku tentang sebuah perjalanan perasaan yang terjadi dalam hidupku. Entah ini takdir atau hanya ujian hidup yang harus terus aku jalani. Kadang aku merasa ini begitu menyakitkan ,begitu tak adil. Kadang aku ingin marah tapi dengan siapaa? Disaat aku merasa aku tak sanggup lagi menjalaninya aku akan menangis sekeras-kerasnya agar aku bisa merasa lebih baik, tapi tentu saja hal itu hanya bersifat sementara. Ataukah aku harus lari dari kenyataan hidup yang harus aku jalani? Mungkin dengan begitu hidupku akan lebih baik, tak mungkin semudah itu teman-teman aku ini masih remaja belum punya apa-apa , jajan aja masih minta ortu. Yaahh...apapun yang terjadi kedepannya aku cuman bisa jalani. Hidup ini kan penuh dengan teka-teki dan misteri apapun yang terjadi aku harus terus belajar mensyukurinya.hanya itu yang bisa aku lakukan. Seperti menerima keadaanku sendiri . Yaa keadaanku sendiri , keadaan yang kurang baik , keadaan yang sempat membuat aku menangis sebulan lamanya, keadaan yang membuat duniaku seperti kiamat , seperti waktu berhenti berputar . Entah kenapa ini terjadi bertubi-tubi kepadaku . Yang aku tau saat itu aku jatuh dan merasa ini sudah berakhir. . . . . . . Cerita ini telah aku revisi ulang dari cerita sebelumnya yaa..karna ada beberapa yang harus aku ubah sedikit dan perbaiki karna ada kesalahan teknis. Selamat membaca guys...
You may also like
Slide 1 of 9
Truth After Love (Tamat, segera terbit) cover
Dear Sister  cover
Cerita Tentang Kita cover
Kamu [SELESAI]✔ cover
Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
Antara Jarak Dan Waktu cover
ELEANOR II cover
Remaja cover

Truth After Love (Tamat, segera terbit)

36 parts Ongoing Mature

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.