Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Bangkit dan Runtuhnya Daulah Abbasiyah

Bangkit dan Runtuhnya Daulah Abbasiyah

  • WpView
    GELESEN 92
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Mai 10, 2018
WpInfo
Belletristik
Historisch
Daulah Abassiyah adalah rentang sejarah yang sangat panjang dari sebuah sistem pemerintahan Islam yang berlangsung selama 524 tahun. Daulah ini, dengan segala Peristiwa-peristiwa besar yang dilaluinya, telah mewarnai perjalanan sejarah umat Islam. Sejak mulai berdiri pada tahun 132 H dan berakhir tahun 656 H, Daulah Abassiyah telah dipimpin oleh 37 Khalifah yang silih berganti menjalankan estafet kepemimpinan dengan beragan kepribadian, gaya kepemimpinan dan kebijakan-kebijakannya. Daulah Abassiyah yang berpusat di Baghdad ini telah membentang sayap kekuasaannya sampai Asia Tengah, ke wilayah yang disebut dengan Transoxania. Daulah ini juga masih tetap eksis, meskipun ada beberapa daulah-daulah kecil lain yang berdiri di wilayah Maghribi dan di wilayah lainnya. Pada masa-masa akhirnya, daulah ini juga bersentuhan dengan Kesultanan Saljuk atau Daulah Bani Saljuk, dengan beragam corak dan pola interaksinya. Sebagai sebuah pemerintahan dengan rentang waktu yang panjang, Daulah Abassiyah juga mengalami masa keemasan dan masa kegelapan. Pada masa keemasan, khalifah dari daulah ini begitu besar perannya dalam ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Di Baghdad misalnya, berdiri Baitul Hikmah, sebuah perpustakaan yang cukup besar, dengan beragam jenis ilmu pengetahuan yang ada dalam jutaan koleksi buku dan manuskripnya. Belum lagi peninggalan-peninggalan dalam bentul artefak-artefak sejarah yang memberikan gambaran betapa pada masa lalu daulah ini begitu memiliki pengaruh besar di dunia Islam. Daulah Abassiyah runtuh seiring dengan invasi Hulagu Khan, seorang pemimpin bangsa Mongol yang dikenal mempunyai misi menguasai negeri-negeri Muslim. Keruntuhan daulah ini adalah tragedi besar dalam sejarah Islam. Apalagi, Baghdad sebagai mercusuar peradaban Islam pada masa itu, ikut diluluhlantakkan.
Alle Rechte vorbehalten
#7
khilafah
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • 10. Saktah
  •  Manhaj Salaf
  • Sejarah Cinta di Tanah Turki (On going)
  • Battle of Bashrah
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Blood demand of bani Umayyah
  • Islam: Kekuasaan Yang Terlupakan Oleh Dunia [On Going]
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]

"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai hak-hak hurufnya dan menjaga lisan agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan terjerumus perbuatan dosa." jawab seorang pria yang dipanggil Gus. Si Wanita yang bertanya tadi tersenyum simpul. "Sepertinya Gus, Perjalanan kisah kita akan serupa dengan salah satu makna bacaan gharib. Yaitu saktah. agar kita sama-sama menjaga kemurnian hati, menjaga hak-hak pribadi kita dan agar kita terhindar dari perbuatan dosa." Pria itu terdiam mencerna ucapan wanita yang duduk di seberangnya. "Saktah?" tanyanya dan Sang Wanita mengangguk. "Iya. Saktah. Aku yakin Gus lebih paham makna saktah. Kita perlu memberi jeda, berhenti sejenak, menekan ego kita sambil memikirkan apakah kita ini benar-benar yang terbaik untuk satu sama lain, setelah itu kembali kita teruskan." jelas Si wanita dan langsung beranjak dari tempat itu. Sang Pria masih duduk sembari menatap kepergian wanita yang pernah ingin dia nikahi. Senyum tipis tercetak di wajahnya, di tengah keramaian kota itu dia bergumam sendiri, "Kamu lupa, jika menemui tanda saktah, bukan hanya harus memberi jeda tapi juga harus menahan napas. Aku belum tau seberapa lama kemampuan manusia bisa menahan napas. Doaku, kamu segera kembali atau aku akan kehabisan napas karena terlalu lama mengamalkan saktah.".

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien