Gara(Sya)

Gara(Sya)

  • WpView
    Reads 60,558
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
-Pindah di Mangatoon:) jadi buat yg mau baca langsung ke sana aja yah. Akun aku tetap sama kok Duniafiksi. Judul novel pun sama.- Siang itu, Syasa menghabiskan waktu bersama keluarga di hari weekend. Syasa tengah asik menonton tv terganggu dengan kehadiran papa serta adiknya. Gunawan-papa Syasa-mengambil alih remote dan mengganti siaran televisi. Syasa merengut sebal matanya yang dimanjakan dengan wajah tampan aktor kesayangan terganti wajah serius para jurnalis. "Kamu ini nontonnya cinta-cintaan terus, sekali-sekali itu nontonnya berita supaya kamu tahu berita apa aja yang lagi trend," ujar Gunawan. "Berita terkini, terjadi tawuran antar mahasiswa Universitas Duta Jaya. Polisi berhasil meringkuk dua mahasiswa yang diyakini memimpin komplotan mahasiswa yang melakukan tawuran. Beberapa fasilitas kampus rusak seperti jendela kaca, baliho kampus dan beberapa tanaman di taman kampus rusak." "Sya, bukannya kamu kemarin tes di Duta Jaya yah?" ucap Gunawan. Syasa mengangguk, tatapannya terfokuskan pada sosok pria yang memakai kemeja yang seluruh kancingnya terlepas. Wajah pria itu sedikit babak belur terutama bagian sudut bibirnya terlihat jejak darah. "Pokoknya papa nggak mau kalau sampai kamu dekat dengan cowok kayak dia," seru Gunawan menunjuk pria yang berada di layar tv. Syasa terdiam dalam hati berdoa agar dijauhkan pria seperti itu. Namun di tempat yang berbeda. "Kapan kamu bisa seperti Bayu, tidak pernah membuat papa malu, Gara!" ""Gara tetap Gara dan gak bakal berubah menjadi Bayu!" Gara kesal dan tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan kakaknya-Bayu. Gara pikir jika Bayu adalah anak emas dari kedua orangtuanya dan Gara hanya lah anak yang selalu menyusah kan bahkan membuat keluarganya malu. Gara suka tawuran, merokok, keluar malam, bahkan balap liar sudah menjadi hobi Gara berbanding terbalik dengan kakaknya. ➖Ahyan Garasya & Risa Ardani Syaqilla➖
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  WARNING!!! Istriku Pikun (End)
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • Sharena [Completed]
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]
  • Menikah Secara Paksa_ END
  • Inersia
  • Hello senja (END)
  • Senja dan Langitnya
  • The Teacher Is My Husband (END)
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

"Keyzia???"Ajun terkejut saat mendapati Keyzia bersama seorang bayi di pangkuannya.Ajun mempercepat langkahnya menghampiri Keyzia. "Ngapain lo disini?Terus ini bayi siapa?"tanya Ajun melihat seorang bayi di pangkuan Keyzia yang sedang menangis "Gue juga ga tau,ini bayi siapa.Tapi tadi ada ibu2 nitip bayi ini sama gue.Tapi sekarang gue ga tau ibu2nya kemana!"jelas Keyzia "Cup...cup...cup....sayang kamu jangan nangis lagi ya!Lo bantuin gue dong!"sambung Keyzia "Ok,,ok.Sekarang kita cari ibu dari bayi ini.Siapa tau masih disini"Ajun dan Keyzia segera mencari ibu dari bayi yang sedang di gendong Keyzia "Itu bukan?"tanya Ajun sembari menunjuk seorang ibu2 yang sedang duduk di bawah pohon "Aduh,gue lupa.Gue ga ingat wajah tu ibu2 gimana" "Yaah,lo gimana sih?Kalo gini gimana kita bisa nemuin ibu dari bayi ini"dengus Ajun sebal "Gue kan ga ingat" "Emang dasar pikun lo,makanya ga ingat.Bentar2 lupa,bentar2 lupa"nada suara Ajun meninggi "Ya uda kalo lo ga mau bantuin gue.Gue bisa cari sendiri.Ingat ya,jangan pernah sekali lagi lo ngatain gue pikun.Ngerti lo!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines