We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cemburuku

Cemburuku

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 11, 2018
WpInfo
Fanfic
NCT
CEMBURUKU Oleh Ari Kurnia Oktavian Kami memang sering bertengkar Sering beradu mulut saat kami berbincang Selepas orang tua kami sudah tiada,semua hancur Semua hancur,seakan tak ada lagi kasih dan sayang yang ku dapatkan Engkau pergi pagi dan selalu pulang larut malam Siapa lagi yang bisa Aku sayangi disini? Sementara engkau,hanya sibuk dengan pekerjaanmu Aku cemburu,sangat cemburu pada pekerjaanmu Aku ingn berubah,menjadi manusia yang lebih baik lagi Kita hanya tinggal berdua,kita harus menjaga dan menyayangi satu sama lain Hey! Aku ini Adikmu,bukankah kau seharusnya memperdulikanku? Bukankah kau seharusnya menyayangiku layaknya seorang Kakak yang menyayangi Adiknya? Cemburuku mungkin adalah sebuah kicauan burung di Pagi Hari Yang selalu kau hiraukan karena kau benci Tapi,coba kau dengar dan rasakan,ada makna tersembunyi dibalik itu semua Ya! Aku ingin,Aku ingin diperdulikan dan selalu kau anggap penting seperti pekerjaanmu Dan,Aku ingin kau menyayangiku seperti Aku menyayanyimu
All Rights Reserved
#2
dibaliksenja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Aksara Tak Bertuan
  • ALRIN
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Alice & Adrian
  • Disturbances (End)

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines