Cemburuku

Cemburuku

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 11, 2018
CEMBURUKU Oleh Ari Kurnia Oktavian Kami memang sering bertengkar Sering beradu mulut saat kami berbincang Selepas orang tua kami sudah tiada,semua hancur Semua hancur,seakan tak ada lagi kasih dan sayang yang ku dapatkan Engkau pergi pagi dan selalu pulang larut malam Siapa lagi yang bisa Aku sayangi disini? Sementara engkau,hanya sibuk dengan pekerjaanmu Aku cemburu,sangat cemburu pada pekerjaanmu Aku ingn berubah,menjadi manusia yang lebih baik lagi Kita hanya tinggal berdua,kita harus menjaga dan menyayangi satu sama lain Hey! Aku ini Adikmu,bukankah kau seharusnya memperdulikanku? Bukankah kau seharusnya menyayangiku layaknya seorang Kakak yang menyayangi Adiknya? Cemburuku mungkin adalah sebuah kicauan burung di Pagi Hari Yang selalu kau hiraukan karena kau benci Tapi,coba kau dengar dan rasakan,ada makna tersembunyi dibalik itu semua Ya! Aku ingin,Aku ingin diperdulikan dan selalu kau anggap penting seperti pekerjaanmu Dan,Aku ingin kau menyayangiku seperti Aku menyayanyimu
All Rights Reserved
#2
dibaliksenja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • ALRIN
  • TENTANG RASA
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Alice & Adrian
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • [✔] 𝙸 𝙼 𝙿 𝙴 𝚁 𝙵 𝙴 𝙲 𝚃 𝙸 𝙾 𝙽 𝚂
  • Aksara Tak Bertuan

[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine

More details
WpActionLinkContent Guidelines