The Teacher and The Heir

The Teacher and The Heir

  • WpView
    Reads 277,481
  • WpVote
    Votes 19,721
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 7, 2018
(COMPLETED) Bima, yang tak terkontrol lagi kehidupannya, diungsikan orangtua ke kampung halaman neneknya. Di situ ia harus menuntaskan SMA jika masih ingin diakui sebagai pewaris tunggal keluarga. Merasa paling segalanya, ia terus berulah di sekolah yang baru, sampai berhadapan dengan Bu Kartika, guru matematika muda, yang secara terang-terangan menentangnya. Lalu kejutan demi kejutan mulai terjadi yang merubah banyak hal.
All Rights Reserved
#52
haebaramencarinaskah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Op! Op! Op!
  • AKULAH DIA
  • Now or Never ✔
  • SATPAM SEKOLAH (bxb)
  • From Rivals To Lover
  • MY BAD BOY [END]
  • Putih Abu Abu (BxB)
  • PROTANOMALI
  • He's My Frenemy [SKYNANI]

Novel ini menceritakan latar tahun 1993, di sebuah kota Padang , Sumatera Barat, seorang guru les matematika bernama Bu En menjadi sosok yang dihormati oleh murid-muridnya. Berpenampilan sederhana dengan rambut kepang dua dan celana bahan , Bu En memiliki metode pengajaran unik yang tidak hanya menekankan kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan mental murid-muridnya. Ia karakternya suka melucu tapi tegas terhadap yang tidak membuat PR matematika. Kisah ini bukan hanya tentang seorang guru dan murid-muridnya, tetapi tentang kehidupan, impian, dan keteguhan hati. Dalam setiap pelajaran yang diajarkan, Bu En bukan sekadar pendidik, tetapi juga mentor, sahabat, dan ibu bagi mereka. Selain itu novel ini menceritakan kenangan tahun 1993 - 1995 , jadi bisa relate oleh generasi boomer juga generasi X. Generasi X pasti akan tertawa-tawa dengan semua merek tahun 1993-an yang dituliskan di dalam novel ini. Tentunya generasi Y dan generasi Z bisa mengambil hikmah dari cerita di dalam novel ini. Sementara itu, turnamen basket antara kelas di les Bu En yang awalnya hanya ajang olahraga, mulai membangun ikatan lebih dalam di antara para murid. Hani, yang awalnya ragu-ragu dalam mengambil peran besar, mulai menemukan keberaniannya. Sari , meskipun sibuk dengan dunia hiburan, tetap berusaha menunjukkan komitmennya pada teman-temannya. Ketika turnamen berakhir, yang tersisa bukan hanya pemenang dan kekalahan, tetapi juga pelajaran berharga tentang persahabatan, keberanian, dan pentingnya membangun kepercayaan diri. Bu En, dengan segala ketulusannya, tetap menjadi pelita bagi murid-muridnya. Dan meskipun waktu terus berjalan, satu hal yang pasti-pelajaran yang mereka dapatkan dari Bu En akan selalu melekat di hati, membimbing mereka dalam perjalanan hidup yang lebih luas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines