THE MOST WANTED

THE MOST WANTED

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 22, 2021
Sambil mengibaskan tangannya Disa berseru, "Udahlah, Mir!! Gue mau masuk capek banget gue!! Lo mau masuk nggak??" Setelah itu, keduanya memasuki kelas dan segera menempati tempat duduknya masing-masing karena berhubung rapat sudah selesai guru mapel akan segera datang. Sesaat setelah Disa duduk, tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya. Kemudian, si pemilik tangan itu melangkah maju dan berdiri tepat dihadapan Disa. Dia nampak tersenyum walau hanya samar-samar. Lalu, dia duduk di bangku depan Disa yang kebetulan masih kosong karena pemiliknya tidak berangkat. Sambil mengulurkan tangannya, gadis itu berseru cukup pelan tetapi masih bisa untuk didengar oleh Disa dan Almira, "Boleh kenalan?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Home ✔ (KARYAKARSA)
  • LABIRIN TAKDIR
  • Tokoh Cerita
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Effort ( COMPLETED )
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • My Bricks
  • FIRA (Revisi)
  • Arsyilazka
  • El Untuk Eca

Terbangun di ranjang yang sama membuat Wisnu dan Wina terjebak di sebuah hubungan rumit. Hubungan yang membuat mereka saling terikat tanpa bisa terlepas meskipun Wina ingin. Wina perempuan yang begitu keras memaknai hidup harus terjebak dengan Wisnu, atasannya yang begitu suka menabur harapan dengan para perempuan. "Bapak nggak usah kesini lagi." "Tapi dia juga butuh saya, Wina. Jangan jadi perempuan egois." Ucap Wisnu dengan tatapan tertuju ke arah perut Wina yang sudah membesar. Wina yang terbiasa mandiri dalam hidup harus terus berada di jangkauan Wisnu untuk keselamatan calon buah hatinya. Belum sampai di sana saja, Wina harus di cap sebagai perempuan murahan karena hamil di luar nikah. "Jangan nangis Wina." Wisnu mengusap pipi Wina yang sudah berubah mengembang. "Tindakan kita yang salah tapi dia nggak salah." Sejak detik itu juga Wina sadar bahwa anaknya tidak bersalah disini, dan sebagai Ibu, Wina ingin melindungi calon buah hatinya. Sedangkan Wisnu menemukan rumah yang seutuhnya. Rumah yang menyambut dirinya dengan senang hati, rumah yang selalu menjadi pendukungnya seberapa buruknya ia di luar sana. **** Prolognya sedikit saja, lanjut besok. Ini kisah Wisnu dan Wina dari cerita Love is not Perfect

More details
WpActionLinkContent Guidelines