PENGORBANAN IBU

PENGORBANAN IBU

  • WpView
    Membaca 31
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mei 12, 2018
PART PERTAMA Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang. Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu "Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu". Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. "Adaapa nona?" Tanya si pemilik kedai. "tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. "Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah" "Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya" Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jangan Pergi [TERBIT]
  • Na & Liu
  • Menyimpan Rasa (END)
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • ALRIN
  • Crazy Marriage
  • ice bear kesayangan

Setiap orang tua punya cara sendiri untuk menorehkan luka pada anak mereka. Seperti Rayanka dirgantara, anak kecil yang sudah sangat di benci oleh ayah kandungnya sendiri, bertahun tahun hidup dengan sebuah tanda tanya akan alasan kebencian ayahnya. Sang ayah pergi dari rumah di susul dengan ibunya yang juga ikut pergi meninggalkan Rayanka sendirian. Anak itu terpaksa bekerja, mencari uang sendiri untuk kehidupan sehari-hari bahkan sekolahnya. Jadi anak pendiam dan sangat tertutup adalah sifat remaja anak itu. "Ka, mama akan duduk paling depan kalau Rayanka baca sumpah dokter nanti." Salah satu kata yang terus Rayanka khawatirkan kebenarannya. Ya, setelah sang ibu pergi, rasanya semangat hidup Rayanka hancur seketika. Apakah ia masih bisa melanjutkan hidup tanpa sosok penerang itu? Sampai.. seorang gadis datang dalam kehidupannya, Aylana launa. Seorang gadis lembut dengan banyak luka. Seorang gadis yang langsung menyita seluruh hati Rayanka. Mereka berjanji untuk terus bersama sampai gelar dokter benar benar ada di depan nama mereka berdua. Namun... Ada sebuah peristiwa dan kebenaran yang bahkan tidak terpikir oleh akal sehat lelaki itu yang membuat semangat hidupnya tumbang untuk yang kesekian kalinya.. Apakah itu? Silahkan baca dalam cerita berikut ini

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan