Remember Me in September

Remember Me in September

  • WpView
    Reads 6,097
  • WpVote
    Votes 545
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 5, 2023
Jarak bukan melulu tentang jauh dan rindu. Tapi, jarak juga mengajarkan perihal kesetiaan, penantian dan kesabaran. Jika kau tak mampu menahan hal tersebut, selamat, kau kalah dengan keadaan. Sepenggal kisah dari perempuan sederhana, -Septiana Adesta
All Rights Reserved
#982
pendiam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Capuccino Sore Itu  ✅ [Tamat dan sudah Direvisi]
  • Raymentara
  • Give Me That Feeling
  • Family Line
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Diantara Cinta Dan Takdir
  • Nayara [ TERBIT ]
  • catatan kecil nea
  • Sepenggal Kisah Lalu [COMPLETED]

Aku tidak berani bermimpi. Mungkin ini adalah capuccino terakhir yang bisa kunikmati sambil berbincang berbagai basa-basi denganmu. Membicarakan konsep masa depan yang terlalu jauh, bagiku semacam menelan angan kosong. Lelah jiwaku bila terus berpura-pura menikmati obrolan yang membuatku ingin menghilang. Dan sore ini, setelah lama aku bersembunyi, kau pun datang lagi. "San, kamu kemana saja?" "Aku tidak kemana-mana hanya mengistirahatkan hati." "Jangan pergi lagi. Kita bisa menghadapinya bersama, kan? "Maaf, Kak. Kakak punya impian dan aku punya kenyataan. Aku tak mau menjadi perusak mimpi itu." "Tapi kau adalah sebagian impianku." "..." _________________________________________ NOTE : Cerita ini hanya fiktif belaka. Apabila terdapat kesamaan waktu, tempat, dan suasana hanya karena terinspirasi saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines