THE REAL LOVE [END]

THE REAL LOVE [END]

  • WpView
    Membaca 400
  • WpVote
    Vote 97
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 1, 2018
WpInfo
Fiksi Penggemar
BTS
"Apa kau tidak ingin membuka hatimu untuk orang lain? Kau sudah terlalu lama menunggu jieun-ah" - Hyura . . . "Sudahlah, kau harus belajar melupakanya. Kalau dia bisa hidup bebas tanpa pernah memikirkanmu itu artinya kau juga bisa" - Jimin . . . Tidak hanya itu, masih banyak sahabat jieun yang memintanya untuk melupakan teman kecil sekaligus cinta pertamanya. Jieun tahu hidup terus berjalan meskipun laki-laki itu sudah tidak ada, namun sulit bagi jieun untuk melupakannya. . . . Jieun sangat ingin melupakan laki-laki brengsek itu, tapi banyak hal yang jieun pertimbangkan hingga akhirnya jieun tidak tahu harus melupakan dan melanjutkan hidupnya atau tetap menanti laki-laki itu. . . . Lalu bagaimana? Apakah jieun akan melupakannya? Read it and wait for the answer ((((:
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • June | PJM
  • Forgetting you? | Jeon JK [Revisi]
  • Necessary✅✅(jikook/minimoni)
  • Send My Love
  • UNCOVER (JINKOOK) END
  • Awake [Jungkook BTS Fanfict]
  • MY MANAGER MY AGENT

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan