Kisah Sebentar

Kisah Sebentar

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Saat malam mulai larut. Aku terpaku di dalam kesunyian karena hati terpasung dalam kesepian. Kesesihan dengan kesendirian, membuat air mataku mengalir dengan derasnya. Air mata yang menjadi bukti betapa lelahnya tubuh ini menahan luka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thanks for all
  • Dengan Tanpamu
  • Love Lies
  • Primrose
  • L'espace vide
  • Kita yang satu
  • " SEDARI DULU "
  • Light After Darkness  {OHMNANON}

Bagaikan tenggelam dilaut yang dalam dan gelap.air terus memenuhi paru-paruku.aku tidak bisa bernafas.Aku tak mampu berenang kepermukaan,dan aku sudah tenggelam terlalu dalam.Namun,ada satu hal yang lebih menyakitkan dari semua ini.Mengetahui bahwa aku masih hidup,itulah yang lebih menyakitkan.Awalnya aku kira semuanya sudah berakhir.Namun,ada satu tangan yang meraih tanganku dan membawaku keluar dari penderitaan itu.ucapan ini untukmu yang selalu ada untukku,"terima kasih".

More details
WpActionLinkContent Guidelines