HOW WE MEET ☑

HOW WE MEET ☑

  • WpView
    Reads 54,892
  • WpVote
    Votes 3,535
  • WpPart
    Parts 50
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 3, 2020
(SELESAI REVISI) Perlahan gadis itu mendekat,"kenapa kau tidak mendengar? Aku sangat lelah mengejarmu sedari tadi. Kau tahu jika kakiku tak sepanjang milikmu..." Langkah dan ucapan gadis itu tertahan saat melihat Changsub tiba-tiba berjongkok di depannya. Pria itu mendongakkan kepala berusaha menatap sorot mata gadis itu. Dia kemudian membuka kotak kecil berisi cincin yang selalu disimpan. Sejenak suasana membeku. Beberapa orang mendekat dan menyaksikan peristiwa itu. Pasang mata terkejut Humaira bertambah saat melihat sekeliling. "Humaira, Na wa gyeolhun hae jullae?" Seketika suasana menjadi hening. Tak dapat dipungkiti jika degup jantung pria itu berpacu sangat cepat. Cukup lama ia menunggu, namun tetap tak ada jawaban. Sekali lagi hatinya seperti akan kecewa. Ia menghela nafas dan menarik kotak kecil yang digenggamnya perlahan. ===========¶¶¶¶¶¶¶==========
All Rights Reserved
#778
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You, But ... ✓
  • Peek A Boo [¢hanji ver$ion]
  • From The Eyes
  • 𝐒𝐔𝐀𝐌𝐈𝐊𝐔 𝐈𝐃𝐎𝐋𝐀𝐊𝐔   - Republish •  [TERBIT] ✔️
  • Guangzhou's Girl (COMPLETE) √
  • Bilang Tuhanmu Aku Mencintaimu
  • JIWA JIKARA✔️
  • THE TIME: When I Love You ☑
  • Now or Never; Youngbin [COMPLETED]

Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."

More details
WpActionLinkContent Guidelines