Aspettativa

Aspettativa

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Regina Putri Syahdan adalah gadis remaja yang terkenal dengan sikap ceria dan senyum manisnya itu. Tapi siapa yang tau kalau semua itu hanya lahh topeng. Cewek yang akrab dipanggil Nana itu juga pernah merasakan jatuh cinta. Nana jatuh cinta pada ketua rohis yang wajahnya selalu cerah dan sikapnya ramah. Muhammad Satria Arga si ketua rohis yang ditaksir Nana. Tapi siapa yang tau ternyata selama ini Satria juga sering memperhatikan Nana. Pertanyaan yang selalu muncul di benak Satria. "Ada apa dibalik senyum Nana?" Lalu apakah mereka dua insan yang saling menyukai tanpa saling mengetahui? Selamat membaca. Cerita ini asli karangan dan ide penulis. Terima kasih atas apresiasi kalian. Salam hangat, Penulis.
All Rights Reserved
#274
rohis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • JUST BE MINE [END]
  • Dia Naina (Completed)
  • Dear Natasha
  • Coreana Agashi (COMPLETED)
  • My Ice Boy
  • ASTA'S ✓
  • Leave Me Alone

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines