Story cover for Prilly by GaweDewe
Prilly
  • WpView
    Membaca 751
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 4
  • WpView
    Membaca 751
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 4
Bersambung, Awal publikasi Mei 13, 2018
"jangan meneleponku lagi atau aku akan membencimu selamanya."


Awalnya aku sudah biasa menerima sms yang berisikan kalimat itu, namun setelah hari itu. hari dimana aku tau bahwa dia memang benar benar tidak menganggap aku ada. aku pun memutuskan bahwa aku tidak akan pernah menghubunginya terlebih dulu, apapun yang terjadi! 


{ Prilly Nur Anjani}

.....
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Prilly ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#1absud
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Stay (Away) oleh hazelaice
64 bab Lengkap
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak) cover
About Us and Love  cover
Stay (Away) cover
Stay With Me  cover
Love Is On cover
Friend in love cover
SCENARIO TUHAN  cover
My Arrogant Gangster cover
COUPLE cover
SUATU HARI  cover

KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)

18 bab Lengkap Dewasa

Menikah diusia muda? Nggak pernah ada sama sekali dalam pikiran gue. Gue sedang mabuk-mabuknya menikmati masa muda sebagai anak sekolahan yang bandel, selalu membangkang dengan peraturan sekolah dan membolos itu hal yang paling menyenangkan dan selalu ingin gue lakukan apalagi kalau Egi gebetan gue gak ada disekolah dengan alasan yang sama. "Kalau kau tetap begini terus, lulus nanti kau tidak usah kuliah, lebih baik MENIKAH saja, Ii!!" ~Prilly Belum menikah saat menjelang kepala tiga, sebenarnya tak pernah membuatku risau. Aku menikmati pekerjaanku sebagai Manager sebuah perusahaan Pertamina milik ayahku yang sudah hampir saja diserahkan sepenuhnya padaku kalau aku memiliki istri. Aku merasa tak kekurangan kebahagiaan karna aku memiliki Bebelku yang kehilangan kasih sayang orangtuanya yaitu kakakku karna bercerai. Dan kasih sayangku rasanya cukup kuserahkan pada Bebelku yang berusia empat tahun. "Sudah saatnya kau diperhatikan seorang istri, yang akan mengantar dan menunggumu didepan pintu saat kau pergi dan pulang kerja, Ali!" ~Ali Saat keinginan hati yang bertentangan dengan keadaan. Bagaimana dua jiwa berbeda generasi ini bisa menyatukan hati dalam kata yang namanya cinta setelah terpaksa? Disini jawabannya 'Kamu itu Cinta' (bisa disebut Mauku Dirimu versi baru)