Story cover for THE FOREIGNER(S) by IneffableVerse
THE FOREIGNER(S)
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 13, 2018
"Euodia, kalau saya pergi, jangan sedih, ya." 

Francezka Euodia adalah seorang mahasiswi Sastra Inggris di salah satu universitas swasta di Jakarta. Dibesarkan di keluarga menengah-atas sebagai anak satu-satunya tidak lantas membuatnya mendapatkan apa yang selalu ia inginkan. Lukas Nathaniel Drier, misalnya.

Pemuda berkebangsaan Jerman yang mencuri hatinya itu pergi begitu saja. Komitmen tak pernah terucap, perpisahan pun tak terbilang. Bukan sepasang kekasih memang, tetapi cukuplah keduanya membuat lawan jenis masing-masing pribadi beranggapan bahwa mereka saling memiliki. Atau setidaknya, berharap bahwa mereka memang saling memiliki.

Dalam kekesalan dan kekecewaannya pada pemuda berkewarganegaraan asing itu, datang Alessandro Zoff yang membuatnya bingung bukan main. Satu sisi dalam dirinya berteriak agar ia menjauhi duplikat Nathaniel, tetapi sisi lainnya memohon untuk mencari sebuah akhir dengan pemuda itu.

Ini cerita Euodia, lengkap dengan dua pemuda asing yang membawa badai dalam kehidupan tenangnya. 

W/N: Karakter dalam cerita ini diambil dari Original Character RP milik masing-masing penulis yang bersangkutan. Izin dan persetujuan telah didapat untuk menceritakan kembali kisah Euodia, Nathaniel, dan Alessandro dalam buku The Foreigner(s) ini. Ketiga karakter pernah 'hidup' dan diperankan di CAKUNIV Roleplay, salah satu forum roleplaying di twitter.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add THE FOREIGNER(S) to your library and receive updates
or
#199unrequited
Content Guidelines
You may also like
Untitled 2017  [Ongoing] by Sandrialova
11 parts Ongoing
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
TIMELESS CRUSH (REVISI) by zvenaaa
12 parts Ongoing
"Lu kenapa sih, Kal? Selalu mundur pas gue maju?" "Gue... cuma takut, kalau ternyata gue nggak cukup baik buat dijadiin rumah, Ze." ___________________________________________________ Kalau Raskal kira alasan itu bakal bikin Zea nyerah, dia salah besar. Salah tingkat dewa malah. ___________________________________________________ Seizea Hanaviela, si pengagum setia yang udah enam tahun cuma bisa nonton Raskal dari jauh, akhirnya nyerah. Nyerah diem-diem, maksudnya. Di tahun pertengahan SMA mereka, Zea memutuskan buat maju. Nggak cuma maju selangkah, tapi siap bener-bener menginvasi dunia Raskal yang (seharusnya) tenang. Dari tiba-tiba muncul di mana-mana, memanggil Raskal hingga hampir terdengar seluruh sekolah, sampai mendadak jadi 'murid privat' paling maksa, Zea pakai segala cara paling nekat dan 'nggak tahu malu' buat bikin Raskal kelimpungan. Pokoknya, tak ada lagi Zea si bayangan, kini cuma ada Zea si gadis paling absurd yang bertekad menaklukkan hati orang yang dia suka. Tapi, Raskal si gitaris band yang jago ngeles itu bukannya nggak sadar. Dia terlalu sadar, makanya dia sibuk kabur. Di balik senyum jail, aksi panggung yang memukau, dan persona kocaknya, Raskal punya satu rahasia besar: dia takut sama yang namanya cinta. Dan kisah ini? Ini bukan soal siapa yang jatuh duluan. Tapi siapa yang berani berhenti lari, dan siapa yang cukup nekad buat ngejar sampai ujung. [DILARANG PLAGIAT! IDE INI MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI ‼️]
AL AL GANG [Complicated] by rtnkrtsr
34 parts Complete
Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.
You may also like
Slide 1 of 8
Untitled 2017  [Ongoing] cover
Rasi Cinta Prisma 6 [Novelet]-END cover
TIMELESS CRUSH (REVISI) cover
Semesta (offGun) cover
Rannia√ cover
AL AL GANG [Complicated] cover
Mas! || ThomasKong✔ cover
ELGITA  (TERBIT) cover

Untitled 2017 [Ongoing]

11 parts Ongoing

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?